Brasil Uji Coba Vaksin Sinovac Senin Depan, Indonesia Menyusul

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 12:02 WIB
Brasil Uji Coba Vaksin Sinovac Senin Depan, Indonesia Menyusul

Vaksin Covid-19 buatan Perusahan China, Sinovac Ltd (foto: AFP)

SAO PAOLO, iNews.id - Uji klinis CoronaVac, vaksin potensial untuk melawan Covid-19, akan dimulai pada Senin (27/7/2020) di kota Sao Paolo, Brasil. Demikian dilaporkan media setempat.

CoronaVac merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahan asal China, Sinovac Biotech Ltd. Kantor berita pemerintah Brasil mengatakan sebanyak 890 sukarelawan akan menerima dosis pertama vaksin tersebut. Nantinya, mereka akan kembali diberi dosis vaksin serupa setelah 14 hari.

Uji coba tahap berikutnya akan dilakukan dengan jumlah sukarelawan sekitar 9.000 orang yang berada di negara bagian Sao Paolo, Rio de Janeiro, Rio Grande do Sul, Minas Gerais dan Parana serta ibu kota Brasilia.

Dilansir dari MacauHub, Jumat (24/7/2020), Butantan Institute pusat biomedis Brasil yang menjalankan prosedur uji klinis vaksin memperkirakan tahap ini bisa selesai dalam waktu 90 hari kedepan.

Jika hasil uji coba vaksin terbukti efektif, Butantan Institut siap memproduksinya secara massal yakni 120 juta dosis untuk diberikan pada sekitar 60 juta penduduk Brasil pada awal tahun 2021.

Brasil berada di urutan kedua negara dengan jumlah infeksi Covid-19 terbanyak di dunia. Data per hari Kamis (23/7/2020) dari worldmeter mencatat 2,29 juta kasus Covid-19 di negara tersebut dengan 84.207 angka kematian.

Selain Brasil, Indonesia dan Cile menjadi negara yang berencana menguji vaksin Sinovac. PT Bio Farma (Persero) Tbk akan menggelar uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 pada awal bulan depan. Eksperimen vaksin yang dikembangkan Sinovac itu ditargetkan kelar dalam enam bulan.

Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan mengatakan, uji klinis tahap tiga adalah yang terakhir sebelum digunakan secara terbatas.

"Uji terakhir ini harus dilakukan multicenter. Hasilnya harus sama. Kalau tidak lulus itu tidak bisa digunakan," ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Menurut Iwan, tidak ada jaminan uji klinis berhasil. Meski begitu, dia optimistis vaksin Sinovac berhasil karena perusahaan bioteknologi asal China menjadi satu dari sedikit perusahaan yang sukses melewati uji klinis tahap ketiga.

"Kandidat vaksin banyak yang bergugugran, karena harus melalui pengujian, kemudian Sinovac ini yang satu-satunya lolos di dunia di fase satu dan dua. Yang lain saya belum lihat sampai ke fase tiga," katanya.

Editor : Arif Budiwinarto