Buka Layanan Seks saat Pelonggaran Lockdown, WN China Terancam Penjara dan Denda Ratusan Juta Rupiah

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 23 September 2020 - 14:13 WIB
Buka Layanan Seks saat Pelonggaran Lockdown, WN China Terancam Penjara dan Denda Ratusan Juta Rupiah

Seorang pekerja melintas di tengah jalan kota Singapura yang sepi akibat pemberlakukan lockdown guna memutus penyebaran Covid-19. (foto: Blomberg)

SINGAPURA, iNews.id - Seorang pria dan perempuan di Singapura terancam hukuman berlapis karena melanggar aturan penanganan Covid-19. Keduanya diketahui melakukan transaksi seksual saat pelonggaran lockdown fase awal.

Pria warga negara China, Ma Changjin (51), didakwa karena menyalahi tiga aturan penanganan Covid-19. Pertama, dia tidak memakai masker, bertemu dengan orang yang bukan rekan kerja, serta keluar rumah tanpa alasan yang bisa diterima.

Sedangkan Zhang ShaoHui yang merupakan perempuan kebangsaan Singapura (52) menerima empat dakwaan, tiga di antaranya sama dengan Ma sedangkan satu dakwan lainnya terkait menyediakan jasa pijit tak berizin.

Dalam lembar dakwaan, Ma tercatat meninggalkan rumahnya menuju ke panti pijat di People's Park Center di 101 Upper Cross Street pada 13 Juni pukul 2 siang.

Saat itu, Singapura sedang menjalankan pembukaan kembali fase 1 setelah penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran Covid-19. Warga diperbolehkan meninggalkan rumah untuk kegiatan penting, serta mendorong lansia tetap berada di rumah.

Beberapa bisnis diizinkan kembali beroperasi dengan langkah-langkah protokol kesehatan dan keamanan tertentu, sedangkan aktivitas non-esensial serta pertemuan sosial tetap dilarang.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (23/9/2020), Ma diduga bertemu Zhang untuk pijat tubuh dan layanan seksual di sebuah ruko tiga lantai tanpa mengenakan masker.

Dalam catatan pengadilan, Zhang pernah dihukum paa Januari lalu atas pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Unit Usaha Pijat.

Jika terbukti bersalah di persidangan karena perbuatan yang sama, Zhang akan dijatuhi hukuman yang ditingkatkan hingga lima tahun penjara atau denda maksimum 20.000 dolar Singapura (Rp200 juta), bisa juga dua sanksi tersebut sekaligus.

Baik Zhang dan Ma akan kembali ke pengadilan pada 7 Oktober mendatang.

Untk setiap dakwaan pelanggaran peraturan Covid-19, mereka bisa dijatuhi hukuman enam bulan penjara, denda hingga 10.000 dolar Singapura atau keduanya.

Editor : Arif Budiwinarto