Bukan Hanya Membunuh, Profesor Matematika Israel Ingin Usir Orang-Orang Arab
Rencana "Ayit" mulai disusun pada Februari 2023, setelah terjadi demonstrasi pada 2021 di sejumlah kota Israel yang memiliki populasi campuran Arab dan Yahudi.
Jaksa menyebut serangan tersebut diperkirakan menyebabkan 600 hingga 700 korban jiwa. Rencana itu juga mensyaratkan sedikitnya separuh penyerang, termasuk sang profesor, memiliki izin kepemilikan senjata api.
Yang lebih mengejutkan, dokumen rencana tersebut menetapkan perempuan dan anak-anak sebagai bagian dari target serangan.
Para pelaku juga disebut berencana menyiarkan serangan secara langsung melalui media sosial. Tujuannya untuk menimbulkan ketakutan dan mendorong warga Arab meninggalkan Israel serta wilayah pendudukan Tepi Barat.
Jaksa Israel menuduh profesor tersebut tidak hanya merancang serangan berskala besar, tetapi juga berupaya membangun jaringan pendukung untuk memastikan rencana pengusiran warga Arab itu dapat terlaksana.
Kasus ini kini diproses oleh aparat penegak hukum Israel. Dakwaan tersebut menggambarkan sebuah rencana yang, menurut jaksa, menggabungkan serangan bersenjata, pembunuhan massal, serta upaya mendorong warga Arab meninggalkan wilayah tempat mereka tinggal.
Editor: Anton Suhartono