Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana Bantah Baru Bergerak saat Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS: Kita Rapatnya Intens
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun

Minggu, 07 Juni 2026 - 06:43:00 WIB
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Mata uang Korea Selatan won melemah terhadap dolar AS, bahkan mencapai titik terendah sejak 17 tahun (Foto: Remetly)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Bukan hanya rupiah yang anjlok menembus Rp18.000, mata uang Korea Selatan won juga melemah terhadap dolar AS, bahkan mencapai titik terendah sejak 2009 atau 17 tahun lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Sabtu (6/6/2026), won Korea menembus angka 1.560 per dolar AS.

Nilai tukar won mencapa 1.559 per dolar AS pada penutupan perdagangan pukul 02.00, melemah 19,9 won dari penutupan perdagangan siang hari.

Selama sesi tersebut, won juga sempat menyentuh angka 1.561,5 per dolar AS, menandai level terlemah sejak 6 Maret 2009. Saat itu won diperdagangkan pada 1.597 per dolar AS, di tengah krisis keuangan global.

Sebelumnya pada 5 Juni, won melemah ke level terendah 1.549,1 per dolar AS pada pukul 10.27, sebelum berfluktuasi dalam kisaran 1.530 hingga 1.540 won hingga mengakhiri perdagangan pada siang hari pada 1.539,1 won.

Won berada di bawah tekanan hebat selama perdagangan semalam, anjlok sejak sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Mata uang tersebut secara berturut-turut menembus level psikologis penting 1.550 dan 1.560 won per dolar AS.

Won menghadapi tekanan penurunan yang meningkat akibat penjualan saham perusahaan Korea yang terus berlanjut oleh investor asing serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Penguatan dolar secara luas mempercepat penurunan won.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut