Bukan Jet Pribadi! Paus Fransiskus Naik Pesawat Komersial ke Luar Negeri, Pejabat RI Mesti Malu?
Begitu pula, misi yang lebih jauh menggunakan A330 atau Boeing 777 (meskipun ITA telah menghentikan jenis pesawar yang terakhir dan menggantinya dengan A350). Untuk kunjungan terakhir Paus ke Indonesia, hari ini, menggunakan pesawat Airbus A330neo milik ITA.
Pesawat yang digunakan Paus pun bukanlah pesawat dengan layanan sewa rutin. Meskipun pesawat tidak memiliki tanda panggilan khusus (sebutlah misalnya, "Pope Force One"), saat Paus berada di dalamnya, penerbangan ITA Airways menggunakan nomor penerbangan AZ4000. Saat terbang ke AS beberapa tahun lalu, beberapa orang menyebut pesawat itu sebagai "Shepherd One."
Meskipun Paus mungkin terbang dengan ITA Airways dari Italia, ini biasanya merupakan penerbangan satu arah. Dalam perjalanan pulang, dia memilih untuk terbang dengan maskapai penerbangan nasional negara tuan rumah atau maskapai penerbangan nasional terkemuka. Karena itu, Paus memiliki kesempatan untuk terbang dengan beberapa maskapai penerbangan selama masa kepausannya.
Sejak menjabat pemimpin tertinggi Katolik, tercatat ada sejumlah maskapai asing (bukan ITA) yang pernah membawa Paus pulang ke Italia. Beberapa di antaranya adalah American Airlines, Biman Bangladesh, Avianca, dan TAP Air Portugal. Maskapai airBaltic bahkan pernah membawa Paus dengan pesawat Airbus A220 yang notabene ukuran dan levelnya berada di bawah A330.
Berikutnya maskapai Aer Lingus, SriLankan, dan beberapa lainnya juga pernah mengantarkan Sri Paus pulang dari misi kunjungannya dari negara lain. Awal 2022, Air Malta melengkapi pesawat terbarunya, Airbus A320neo, dengan konfigurasi tiga kelas khusus untuk tugas tersebut. Namun, jika negara tempat dia berangkat tidak memiliki catatan keselamatan udara yang baik, maskapai nasional Italia akan dikerahkan kembali untuk melayani perjalanan pulang Paus.
Meskipun menjadi salah satu pemimpin agama yang paling rendah hati akhir-akhir ini, Paus biasanya terbang di kelas utama atau bisnis selama kunjungannya ke luar negeri. Rombongannya biasanya juga mendapat tempat di kelas utama. Namun, insan pers yang mengiringinya cukup duduk di kelas ekonomi selama penerbangan.
Sementara itu, menurut The Points Guy, anggota pers sebenarnya membayar tiket kelas bisnis untuk mendapatkan akses ke Paus, sambil tetap duduk di bagian belakang kabin. Hal itu membantu Paus membayar penerbangan carteran, dan dengan kunjungannya ke luar negeri yang sudah bak tur bintang rock, investasi dari berbagai perusahaan penerbitan dan outlet media mungkin terbayar penuh dan bahkan lebih dari yang diperlukan.
Paus dilaporkan secara rutin pergi ke bangku kelas ekonomi untuk memberikan konferensi pers dadakan, memberkati negara yang dilintasinya, atau sekadar mengobrol dengan mereka yang terbang bersamanya! Selama penerbangan dengan LATAM Airlines pada 2018, Paus bahkan menikahkan pasangan pramugari-pramugara yang upacara pernikahannya ditunda ketika gempa bumi melanda gereja asal mereka. Selamat datang di Indonesia, Sri Paus!
Editor: Ahmad Islamy Jamil