Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sebulan, Dokumen Pentagon Ungkap AS Persiapkan Perang Lawan Iran hingga 6 Bulan

Kamis, 05 Maret 2026 - 15:59:00 WIB
Bukan Sebulan, Dokumen Pentagon Ungkap AS Persiapkan Perang Lawan Iran hingga 6 Bulan
Amerika Serikat mempertimbangkan perang melawan Iran berlangsung setidaknya 100 hari, bahkan hingga 6 bulan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat mempertimbangkan perang melawan Iran berlangsung setidaknya 100 hari, bahkan hingga 6 bulan atau sampai September 2026, demikian isi dokumen internal Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sebagaimana dilihat portal berita Politico.

Sementara itu Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Rabu (4/3/2026) merevisi rentang waktu perang yang sebelumnya 4 sampai 5 minggu menjadi dua kali lipat, yakni 8 minggu.

Presiden Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu 4 sampai 5 minggu untuk merampungkan serangan terhadap Iran, namun masih bisa diperpanjang. Trump yakin sekali bisa mencapai tujuan perangnya terhadap Iran dalam sebulan. Tujuan AS di antaranya menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran serta menggulingkan rezim.

Komando Pusat (Centcom), selaku misi militer AS di Timur Tengah, juga meminta lebih banyak pengerahan perwira intelijen militer ke markas besar di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi militer terhadap Iran 

Penambahan perwira intelijen tersebut menunjukkan Pentagon menganggarkan dana tambahan untuk perang berkepanjangan melawan Ieran. Hal ini untuk mengantisipasi perhitungan Trump bahwa perang akan berakhir dalam 4-5 minggu tak akurat.

Selain itu AS meningkatkan upaya untuk mengevakuasi warganya di Timur Tengah serta mengerahkan agen-agen intelijen. Ini menandakan pemerintahan Trump belum sepenuhnya siap untuk konflik panjang dengan Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut