Bulan Madu Berujung Malapetaka, Suami Tewas dan Istri Kritis

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 05:02:00 WIB
Bulan Madu Berujung Malapetaka, Suami Tewas dan Istri Kritis
(Foto: Phocalmedia)

TEGUCIGALPA, iNews.id - Acara bulan madu sepasang suami istri asal Israel menjadi malapetaka. Sang suami tewas dan istrinya kritis setelah mengalami kecelakaan saat mencoba wahana zip-line atau biasa dikenal flying fox di Roatan, Honduras, Kamis pekan lalu.

Mulanya, perempuan bernama Shif Fanken (27) lebih dulu meluncur dari platform di atas pohon. Nahas, dia tersangkut sehingga terjebak di tengah perjalanan. Di saat bersamaan, suaminya, Egael Tishman (24), terlanjur meluncur di tali yang sama. Tishman meluncur dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam istrinya.

Pejabat pemadam kebakaran Roatan Wilmer Guerrero, mengatakan, Tishman mengalami dampak paling parah, dia mengeluh tak bisa bernapas.

Menurut Guerrero, keduanya mengalami patah tulang rusuk, namun masih dalam kondisi sadar saat dibawa ke rumah sakit.

"Pria muda itu mengeluh tak bisa bernapas. Dia diperiksa di ambulans dan diberi oksigen," kata Guerrero, dikutip dari Washington Post, Selasa (10/7/2018).

Beberapa jam kemudian Tishman dinyatakan meninggal. Kedutaan Besar Israel di Tegucigalpa langsung mengatur pemulangan jasad Tishman keesokan harinya.

Sementara Fanken mengalami luka berat. Dia diterbangkan ke Amerika Serikat pada Jumat pagi untuk menjalani operasi. Guerrero mendapat kabar bahwa Fanken sudah melewati masa kritis dan kondisinya stabil.

Pengantin baru itu singgah di Honduras sebagai bagian dari tur Royal Carribean Cruises menggunakan kapal Allure of the Seas.

Pemerintah Honduras menggelar penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan wahana flying fox itu.

Allure of the Seas melakukan pelayaran dari Pelabuhan Lauderdale, Florida, pada 1 Juli untuk perjalanan selama tujuh malam. Kapal pesiar itu singgah di beberapa tempat di Kepulauan Karibia. Sementara Tishman dan Fanken menikah sehari sebelum keberangkatan kapal dan tiba di Roatan pada Kamis.

Editor : Anton Suhartono