Buntut Kematian George Floyd, Polisi New York Dilarang Kunci Leher Tersangka Kejahatan

Anton Suhartono ยท Minggu, 07 Juni 2020 - 09:31:00 WIB
Buntut Kematian George Floyd, Polisi New York Dilarang Kunci Leher Tersangka Kejahatan
Andrew Cuomo (Foto: AFP)

NEW YORK,  iNews.id - Gubernur Negara Bagian New York, Amerika Serikat, Andrew Cuomo mereformasi kepolisian untuk menghindari potensi kebrutalan petugas, terutama saat menangani kelompok minoritas.

Reformasi ini dilakukan sebagai respons dari kematian pria kulit hitam George Floyd oleh polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Cuomo membuat agenda ‘Sebutkan Nama Mereka’ yang tujuannya menegakkan transparansi di kalangan penegak hukum dalam menangani setiap kasus, melarang petugas mengunci tersangka di area leher, dan menjadikan laporan palsu berbasis ras melalui 911 sebagai tindak kejahatan kebencian.

Nantinya, jaksa agung Negara Bagian New York akan berperan sebagai penuntut independen atas kematian warga sipil tak bersenjata oleh penegak hukum.

"Pembunuhan Floyd menjadi titik balik dari daftar panjang kematian yang kejam dan seharusnya tidak terjadi, dan orang-orang berkata 'cukup sudah,'" kata Cuomo, dikutip dari Xinhua, Minggu (7/6/2020).

Dia menyebut, reformasi ini bisa menjaga reputasi 99,9 persen polisi baik dari segelintir petugas yang mencoreng dengan perbuatan buruk mereka.

Selain itu reformasi ini bisa membuat hubungan polisi dengan masyaraka menjadi lebih baik.

Cuomo mengatakan akan bekerja sama dengan parlemen negara bagian New York untuk meloloskan agenda tersebut pekan depan.

Editor : Anton Suhartono