Buntut Ledakan di Lebanon, Warga Australia Khawatirkan Penyimpanan Amonium Nitrat

Anton Suhartono ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:29 WIB
Buntut Ledakan di Lebanon, Warga Australia Khawatirkan Penyimpanan Amonium Nitrat

Warga Australia mengkhawatirkan fasilitas penyimpanan amonium nitrat terkait ledakan dahsyat di Beirut (Foto: AFP)

SYDNEY, iNews.id - Ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020), memicu kekhawatiran warga Australia yang tinggal di Kota Newcastle, sebelah utara Sydney.

Pasalnya di dekat permukiman terdapat pabrik bahan peledak milik swasta, Orica. Perusahaan tersebut menyimpan antara 6.000 sampai 12.000 ton amonium nitrat serta memproduksi sekitar 430.000 ton bahan kimia setiap tahun di Pulau Kooragang, Newcastle, berjarak hampir 3 kilometer dari pusat kota.

Sebagai perbandingan, jumlah amonium nitrat yang berada di gudang pelabuhan Beirut saat ledakan seberat 2.750 ton. Ledakan yang dihasilkan begitu dahsyat, hingga dentuman dan getarannya dirasakan hingga ratusan kilometer. Sementara jumlah amonium nitrat yang disimpan di pabrik bahan peledak mencapai 2 kali lipat lebih.

Australia merupakan produsen dan importir utama amonium nitrat, sebagian besar digunakan di sektor pertambangan.

"Ini benar-benar tempat yang tidak tepat untuk memproduksi dan menyimpan bahan berbahaya dan merupakan sesuatu yang telah kami keluhkan selama bertahun-tahun," kata insinyur kimia dan juru kampanye warga, Keith Craig, kepada stasiun televisi ABC, Kamis (6/8/2020).

"Banyak orang akan tewas dan terluka jika kami mengalami kecelakaan di Orica," ujarnya, menambahkan.

Craig mengakui ada pengawasan ketat di fasilitas Orica. Selain itu pemberlakuan undang-undang di Australia membuat risiko kejadian serupa di Lebanon rendah. Namun dia memperingatkan agar tidak mengambil risiko apa pun.

Sementara itu juru bicara dari Orica mengatakan, ledakan di Beirut terjadi karena adanya kesalahan dalam penanganan bahan berbahaya itu.

"Selain pendekatan ketat, untuk keselamatan dan manajemen risiko, operasional kami di Pulau Kooragang diperiksa oleh pihak berwenang," kata juru bicara itu, seperti dilaporkan kembali Xinhua.

Menurut dia, lokasi penyimpanan amonium nitrat di Pulau Kooragang anti-api serta dibangun secara eksklusif dari bahan yang tidak mudah terbakar.

"Kami menetapkan zona eksklusif di sekitar area ini," ujarnya.

Australia mengalami dua insiden kejadian tragis terkait pengangkutan amonium nitrat, termasuk ledakan truk pada 1972 yang menewaskan tiga orang.

Pada 2014, sebuah truk yang membawa 50 ton bahan kimia mengalami kecelakaan dan meledak, melukai delapan orang dan menghancurkan sebuah jembatan.

Editor : Anton Suhartono