Buntut Penembakan Tersangka Pemerkosaan dan Pembakaran Dokter Hewan Perempuan, Polisi India Diselidiki

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 23:45 WIB
Buntut Penembakan Tersangka Pemerkosaan dan Pembakaran Dokter Hewan Perempuan, Polisi India Diselidiki

Polisi India diselidiki terkait kasus pembakaran dan pemerkosaan. (FOTO: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Nasional India menyelidiki polisi yang menembak mati empat tersangka pemerkosaan dan pembunuhan yang mencoba kabur saat rekonstruksi kejadian. Muncul tuduhan bahwa polisi sengaja menembak mati keempat tersangka untuk meredakan kemarahan publik.

Diketahui bahwa tindak pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter hewan berusia 27 tahun yang dilakukan empat tersangka itu memicu kemarahan publik dan mendorong digelarnya unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah India selama beberapa hari terakhir.

Dalam kasus yang terjadi di Hyderabad itu, korban tidak hanya diperkosa tapi juga dibunuh lalu jenazahnya dibakar di bawah sebuah jembatan.

Empat tersangka dalam kasus itu telah ditahan selama sepekan dan melakukan rekonstruksi kejadian pada Jumat (6/12) pagi waktu setempat. Namun tiba-tiba para tersangka merebut pistol polisi yang mengawal mereka.

Keempat tersangka itu pun ditembak mati polisi di lokasi rekonstruksi kejadian.

BACA JUGA: 4 Pelaku Pemerkosaan dan Pembakaran Perempuan Dokter Hewan di India Tewas Ditembak

Kematian empat tersangka itu menuai pujian dan dirayakan oleh publik setempat. Ratusan orang bahkan mendatangi lokasi kejadian dan menghujani polisi dengan kelopak bunga. Para politikus, selebriti dan bintang olahraga di India juga memuji polisi via media sosial.

Dilaporkan AFP, pada Sabtu (7/12/2019) pagi waktu setempat, polisi tersebut masih berada di lokasi. Para pengguna kendaraan yang melintas, menghentikan mobil mereka untuk mengambil foto mereka.

Di sisi lain, aksi si polisi menembak mati empat tersangka pemerkosaan itu menuai kecaman. Seorang pengacara untuk Mahkamah Agung menyebutnya sebagai 'pembunuhan berdarah dingin' dan Amnesty International menyebutnya sebagai 'eksekusi mati di luar hukum' serta meminta insiden ini diselidiki.

Laporan media lokal, Indian Express, menyebut rekonstruksi kejadian pada Jumat (7/12) waktu setempat diawasi oleh seorang pejabat kepolisian yang pernah terlibat dua insiden serupa beberapa tahun lalu.

BACA JUGA: Pemerkosa yang Bakar Korban Ditembak Mati di India, Ribuan orang Turun ke Jalan untuk Merayakan

Disebutkan bahwa sang pejabat kepolisian yang tidak disebut namanya itu disebut terlibat dalam insiden saat tiga tersangka kasus serangan air keras tewas dibunuh di sebuah hutan setempat pada 2008 lalu.

Pengadilan Tinggi di Telangana, yang menjadi lokasi kejadian, memerintahkan agar keempat jasad tersangka diawetkan hingga Senin (9/12/2019) malam dan agar autopsi terhadap keempat jasad itu direkam.

Tim dari Komisi HAM Nasional mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu (7/12/2019) waktu setempat. Komisi HAM Nasional menyatakan pihaknya khawatir ditembak matinya empat tersangka pemerkosaan itu akan 'mengirimkan pesan salah' kepada masyarakat.

"Jika, tersangka yang ditangkap sungguh bersalah, mereka akan dihukum sesuai dengan putusan pengadilan yang kompeten," demikian pernyataan Komisi HAM Nasional.

Kepolisian Hyderabad sebelumnya menyebut keempat tersangka itu mengakui tindakan bejatnya yang dilakukan pada 27 November lalu.


Editor : Nathania Riris Michico