Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Serangan di Bendungan Ukraina, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan

Rabu, 07 Juni 2023 - 05:52:00 WIB
Buntut Serangan di Bendungan Ukraina, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan
Bendungan di Ukraina diserang dan menyebabkan banjir. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang bertemu pada Selasa (6/6/2023) atas permintaan Rusia dan Ukraina. Permintaan ini buntut serangan terhadap bendungan yang menyebabkan Ukraina banjir. 

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat tahu pelaku serangan, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood mengaku pihaknya tidak mengetahui. Meski demikian, dia berharap akan mendapat informasi baru dalam beberapa hari mendatang. 

"Tapi, maksud saya, mengapa Ukraina melakukan ini ke wilayah dan rakyatnya sendiri, membanjiri tanahnya, memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka - itu tidak masuk akal," kata Wood menjelang pertemuan dewan.

Di hari yang sama, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, pihaknya tidak memiliki informasi independen tentang bagaimana bendungan itu hancur. Tetapi dia menggambarkannya hal ini sebagai 'imbas lain yang menghancurkan' dari invasi Rusia ke Ukraina.

Selama pertemuan itu, banyak anggota Dewan Keamanan juga menegaskan bahwa krisis tidak akan terjadi jika Rusia tidak menginvasi negara tetangga Ukraina pada Februari tahun lalu.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia menyalahkan Ukraina, tanpa memberikan bukti. Dia menuduh Ukraina mencoba menciptakan 'peluang yang menguntungkan' untuk menyusun kembali unit militernya guna melanjutkan serangan balasan.

"Sabotase yang disengaja dilakukan oleh Kiev terhadap fasilitas infrastruktur kritis sangat berbahaya dan pada dasarnya dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang atau tindakan terorisme," kata Nebenzia kepada dewan.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya menuduh Rusia pelakunya. Namun dia juga menuduh tanpa memberikan bukti.

"Serangan dilakukan oleh penjajah Rusia dan mereka meledakkannya," kata Kyslytsya.

Kepala bantuan PBB, Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan, serangan ini mengancam kehidupan ribuan warga sipil. 

"Tapi sudah jelas bahwa itu akan menimbulkan konsekuensi serius dan luas bagi ribuan orang di Ukraina selatan di kedua sisi garis depan karena hilangnya rumah, makanan, air bersih dan mata pencaharian," katanya.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut