Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

China Desak AS Bayar Utang ke PBB Rp36 T, AS: Pengalihan Isu Virus Corona

Sabtu, 16 Mei 2020 - 10:00:00 WIB
China Desak AS Bayar Utang ke PBB Rp36 T, AS: Pengalihan Isu Virus Corona
Markas Besar PBB New York (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - China menyerukan kepada semua negara anggota PBB untuk memenuhi kewajiban membayar iuran tahunan.

Namun China lebih menekankan kepada Amerika Serikat (AS) yang berutang sekitar 2,5 miliar dolar atau sekitar Rp36,5 triliun.

"Pada 14 Mei, total yang belum dibayar di bawah anggaran rutin PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian masing-masing mencapai 1,63 miliar dan 2,14 miliar dolar AS," bunyi pernyataan China itu, mengutip laporan Kantor Sekretaris Jenderal PBB, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (16/5/2020).

China lalu mengungkit AS sebagai negara yang memiliki utang terbesar dalam 2 tahun terakhir, masing-masing 1,165 miliar dan 1,332 miliar dolar AS.

AS merupakan penyumbang terbesar bagi PBB, yakni 22 persen dari biaya operasional tahunan organisasi tersebut yakni 3 miliar dolar serta 25 persen dari total biaya operasional pemeliharaan perdamaian yakni 6 miliar dolar.

Sebenarnya kontribusi AS untuk anggaran pemeliharaan perdamaian sebesar 27,89 persen, namun Kongres pada 2017 mengamanatkan kepada Presiden Donald Trump agar memangkasnya menjadi 25 persen saja. Itu berarti AS menghemat 200 juta dolar per tahun.

Menanggapi pernyataan itu, misi AS di PBB menepis seruan tersebut dengan mengatakan China ingin mengalihkan perhatian dari kehebohan wabah virus corona. Disebutkan, China ingin menutup-nutupi kesalahan mereka dalam menangani krisis Covid-19.

"Amerika Serikat baru-baru ini membayar 726 juta dolar untuk pemeliharaan perdamaiannya, dan akan membayar sebagian besar utang pada akhir tahun kalender,” bunyi pernyataan.

Total tunggakan AS untuk pemeliharaan perdamaian adalah 888 juta dolar.

Pada Kamis (14/5/2020), sekitar 50 dari total 193 negara anggota PBB, termasuk China, melunasi kontribusi mereka. China merupakan negara penyumbang terbesar kedua setelah AS yakni membayar sekitar 12 persen dari totalbiaya operasional PBB dan sekitar 15 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut