China: Menkes AS Abaikan Jutaan Orang Amerika, Sibuk Pertunjukan Politik di Taiwan

Antara ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 03:05 WIB
China: Menkes AS Abaikan Jutaan Orang Amerika, Sibuk Pertunjukan Politik di Taiwan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) Amerika Serikat, Alex Azar, ke Taiwan kembali mendapat sentilan dari China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Zhao Lijian mengatakan, Azar telah melakukan tindakan terburuk di dunia dalam mengendalikan virus corona baru.

Dalam konferensi pers rutin pada Rabu (12/8/2020) ini, Zhao menyebut epidemi Covid-19 di AS berada di luar kendali. Dia pun menilai ada kesalahan manajemen wabah—yang semestinya menjadi tanggung jawab Azar.

“Dia (Azar) mengabaikan jutaan orang Amerika yang menderita virus itu dan pergi ke Taiwan untuk mengadakan pertunjukan politik,” kata Zhao.

Azar pada Selasa (11/8/2020) kemarin juga sempat mengkritik penanganan China terhadap pandemi Covid-19. Kala itu, dia sesumbar bahwa jika wabah seperti itu muncul di Taiwan atau AS, maka bisa “dipadamkan dengan mudah”.

“Perilakunya (Azar) sekali lagi membuktikan bahwa di mata politisi AS, nyawa orang Amerika tidak berharga jika dibandingkan dengan keuntungan politik mereka yang egois,” ujar Zhao.

Azar selama tiga hari ini berada di Taipei (ibu kota Taiwan) dalam kunjungan kenegaraan. Kehadiran Azar di sana menjadi kunjungan tingkat tertinggi dari Amerika Serikat sejak negeri Paman Sam mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan (Republik China) ke Tiongkok (Republik Rakyat China) pada 1979.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sudah berulang kali mengkritik China yang dianggap berusaha menutupi wabah virus corona—yang pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, China Tengah, akhir tahun lalu. Akan tetapi, Beijing membantah tuduhan tersebut.

Presiden Donald Trump kemarin mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping telah memburuk karena wabah Covid-19. Dia mengklaim sudah lama tidak berbicara dengan pemimpin komunis itu.

Sementara, China mengutuk kunjungan Azar ke Taiwan karena menganggap negara pulau itu sebagai bagian dari Tiongkok.

Editor : Ahmad Islamy Jamil