China Operasikan Rudal Hipersonik Baru, Diklaim Bisa Tembus Sistem Pertahanan Musuh
HONG KONG, iNews.id - China dilaporkan telah mengoperasikan rudal jelajah hipersonik terbaru untuk memperluas kemampuan serangan Angkatan Udara, menembus pertahanan musuh.
Dua sumber militer China mengatakan, senjata tersebut merupakan versi upgrade dari rudal Changjian sehingga jangkauan dan kecepatannya menjadi lebih baik. Dengan kemampuan terbarunya, rudal udara ini diklaim dapat menembus sistem pertahanan musuh.
Sebuah video yang beredar di platform media sosial Sabtu pekan lalu menunjukkan rudal terbaru itu dibawa oleh pesawat pengebom H-6N dari pangkalan udara yang tak diidentifikasi.
Bentuknya menyerupai DF-17, rudal balistik hipersonik yang digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir.
Militer China Siagakan Senjata Canggih, Bersiap Invasi Taiwan?
“Changjian-20 telah ada lebih dari satu dekade. Karena negara-negara lain berlomba untuk mengembangkan sistem pertahanan yang lebih maju serta senjata hipersonik lainnya, sudah waktunya bagi Angkatan Udara China untuk mengembangkan rudal, dengan menambah jangkauan serangan," kata sumber tersebut, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Rabu (21/10/2020).
Dia menambahkan, kemampuan serangan Angkatan Udara China terkendala oleh jangkauan pesawat pengebom. Untuk jajaran pengebom H-6, hanya varian H-6N yang mampu mengisi bahan bakar di udara.
Ngeri, China Tunjukkan Mesin Perang Terbaru Drone 'Bunuh Diri'
Kondisi ini mendorong AU untuk meningkatkan daya jelajah rudal guna mengurangi masalah jangkauan.
Jepang Luncurkan Kapal Selam Baru Antisipasi Ancaman China
Sumber lain yang dekat dengan AU China mengatakan hal senada, rudal terbaru tersebut merupakan pengembangan dari Changjian.
"Ini dirancang untuk menutupi kekurangan rudal CJ (Changjian) lainnya, yang relatif lambat, memiliki jangkauan yang lebih pendek, dan kurang efektif dalam menembus perisai pertahanan," kata dia.
Rudal baru ini, lanjut sumber, dapat menandingi senjata serupa lain yang sedang dikembangkan Rusia dan Amerika Serikat.
"Tapi kami masih perlu meningkatkan pesawat pengebom kami untuk mengeluarkan potensi maksimalnya," tuturnya.
Untuk seri Changjian, CJ-10, rudal serangan berbasis darat generasi kedua, memiliki jangkauan 1.500 kilometer dan CJ-20 memiliki jangkauan sekitar 2.000 km.
CJ-100, yang merupakan rudal jelajah supersonik, dibawa oleh pesawat pengebom H-6N dalam parade Hari Nasional China tahun lalu. Pesawat H-6N dirancang khusus untuk membawa muatan sangat besar, mulai dari drone berkecepatan tinggi hingga rudal balistik anti-kapal, serta rudal jelajah tradisional.
Editor: Anton Suhartono