Curhatan Mahathir Mohamad Proyek Mobil Nasionalnya Ditolak Rakyat
KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan keluh kesahnya terkait penolakan warga atas program mobil nasional jilid II. Setelah kegagalan Proton, Mahathir ingin membangkitkan lagi proyek ambisius itu.
Hampir setengah saham Proton telah dijual ke pabrikan China saat pemerintahan Najib Razak. Itulah yang membuat Mahathir, selaku pendiri Proton, berniat membangkitkan lagi industri mobil dalam negeri.
"Saya diberi tahu tidak ada yang ingin melihat mobil nasional kedua. Sudah cukup Proton yang gagal. Orang Malaysia lebih memilih membeli mobil impor, termasuk dari China," kata Mahathir, dalam blog-nya, seperti dikutip dari The Star, Selasa (17/7/2018).
Banyak pula yang memilih mobil Jepang. "Mereka yang punya banyak uang (memilih) mobil Jerman," ujarnya, berkeluh.
Ulang Tahun Ke-93, Mahathir: Jangan Kasih Hadiah, Doakan Saja!
Pria berusia 93 tahun itu mengatakan, Jepang dan Korea pernah melarang impor mobil dan hal itu yang menjadi alasan produk mereka berkualitas tinggi.
"Saya ingat mobil-mobil Jepang setelah perang. Konsumen berkata jika kita menggoresnya dengan paku, kita dapat melihat (terbuat dari) kaleng Milo (susu). Namun dari mobil 'Milo timah' itu hadir berbagai model Toyota, Nissan, dan Suzuki yang kita gunakan sekarang," katanya.
Mahathir Kenang Pengalaman Ngebut Bersama Jokowi di Sirkuit Sepang
Menurut dia, proyek mobil nasional tidak harus dijalankan oleh pemerintah, tapi sektor swasta. Namun karena penolakan sudah begitu besar, jangankan swasta, pemerintah pun tak bisa berbuat banyak.
Dampaknya, kata dia, mobil asing memonopoli pasar otomotif Malaysia. Bahkan, Proton yang dibesarkannya dibuat sudah dijual ke asing.
"Tidak ada lagi mobil nasional. Tidak ada lagi industri otomotif. Para pekerja, insinyur, manajer, tidak memiliki pekerjaan lagi. Malaysia akan menjadi negara konsumen, petani, dan nelayan. Lupakan tentang Visi 2020," katanya, dengan nada sinis.
Dalam Konferensi Nikkei ke-24 tentang Masa Depan Asia di Jepang pada 11 Juni 2018, Mahathir mengungkapkan rencana Pemerintah untuk mengerjakan mobil nasional baru.
Namun, banyak warga Malaysia tidak menanggapi rencana itu secara positif. Umumnya warga ingin pemerintah memperbaiki sistem transportasi publik. Sebagian mengatakan pemerintah seharusnya belajar dari kasus Proton yang gagal mendapat tempat di dalam negeri.
Jajal SUV Terbaru, Mahathir Minta Proton Kembali ke Malaysia
Editor: Anton Suhartono