Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Data Warga Gaza yang Tewas Terus Bertambah meski Gencatan Senjata, Nyaris 47.200 Orang

Kamis, 23 Januari 2025 - 07:05:00 WIB
Data Warga Gaza yang Tewas Terus Bertambah meski Gencatan Senjata, Nyaris 47.200 Orang
jumlah warga Gaza yang meninggal akibat perang terus bertambah meski gencatan senjata sudah berlaku sejak Minggu (19/1) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Data jumlah warga Jalur Gaza yang meninggal dunia akibat perang terus bertambah meskipun gencatan senjata sudah berjalan sejak Minggu (19/1/2025). Data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza hingga Rabu (22/1/2025) mengungkap, korban tewas mendekati angka 47.200 orang, tepatnya 47.161 orang.

Padahal pada saat gencatan senjata diberlakukan, korban tewas mendekati 47.000 orang. Penambahan ini berasal dari jenazah yang ditemukan dari reruntuhan bangunan di penjuru wilayah itu.

Otoritas pertahanan sipil dan staf medis telah menemukan 200 jenazah sejak gencatan senjata berlangsung hingga Rabu kemarin, mayoritas di Khan Younis. Sementara sepanjang 24 jam pada Selasa-Rabu saja, jumlah jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan 53 orang.

Korban luka juga bertambah 19 orang pada kurun waktu yang sama, sehingga totalnya sampai saat ini menjadi 111.166 orang.

Mahmoud Basal, kepala Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan operasi pencarian terkendala kurangnya alat berat serta alat penggali tanah lainnya. 

Basal memperkirakan jenazah sekitar 10.000 warga Palestina yang tewas dalam perang tersebut belum ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.

Data itu senada dengan keterangan dari Kementerian Kesehatan Gaza yang menyebutkan 11.000 orang hilang, sebagian besar masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

PBB membuat penilaian kerusakan di Gaza bulan ini, total puing yang harus dibersihkan lebih dari 50 juta ton. Butuh waktu 21 tahun dan untuk membersihkannya serta biaya hingga 1,2 miliar dolar AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut