Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Luncurkan Rudal Penghancur 1 Ton ke Wilayah Israel dan Pangkalan AS
Advertisement . Scroll to see content

Debat Pilpres AS Bahas Gaza, Biden Bela Israel dan Trump Hina Orang Palestina

Sabtu, 29 Juni 2024 - 06:56:00 WIB
Debat Pilpres AS Bahas Gaza, Biden Bela Israel dan Trump Hina Orang Palestina
Debat capres AS antara Joe Biden dan Donald Trump membahas soal perang Israel-Hamas di Gaza (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Debat antara calon presiden Amerika Serikat (capres AS) Joe Biden dan Donald Trump pada Kamis (27/6/2024) malam waktu setempat juga membahas soal perang Israel-Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Keduanya saling serang untuk pembahasan yang tak ada solusinya. Para aktivis HAM juga mengecam pernyataan Trump mengenai warga Palestina. 

Materi debat Biden dan Trump membahas Gaza berlangsung singkat, namun keduanya tak sampai membahas isu substantif yakni bagaimana cara mengakhiri konflik yang sejauh ini telah menewaskan 38.000 orang itu.

“Satu-satunya pihak yang ingin perang terus berlanjut adalah Hamas,” kata Biden, seperti dikutip dari Reuters. 

Trump lalu merespons dengan mengatakan, Biden seperti sudah menjadi orang Palestina.

“Sebenarnya Israel-lah (yang ingin perang berlanjut), dan Anda harus membiarkan mereka (Israel) melakukannya, mengizinkan mereka menyelesaikan tugasnya. Dia (Biden) tidak mau melakukannya. Dia sudah seperti orang Palestina, tapi mereka juga tak menyukainya (Biden) karena dia orang Palestina yang sangat buruk. Dia orang yang lemah," kata Trump.

Kelompok advokasi Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), dalam komentarnya soal debat, menegaskan Biden salah dengan menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin mengakhiri perang. Netanyahu yang justru ingin terus membantai rakyat Palestina di Gaza karena tak menyetujui gencatan senjata permanen sebagaimana dituntut Hamas.

Selain itu CAIR menilai komentar Trump tentang Palestina sebagai penghinaan yang rasis.

"Penggunaan kata 'Palestina' oleh mantan Presiden Trump sebagai penghinaan dan tindakan rasis. Pernyataan Presiden Biden atas dukungan militernya terhadap genosida pemerintah Israel di Gaza tidak berperasaan," kata Corey Saylor, direktur penelitian dan advokasi CAIR.

Kecaman yang sama terhadap Trump juga datang dari kelompok HAM Amnesty International.

“Menyindir bahwa menjadi orang Palestina adalah hal buruk, seperti dilakukan mantan Presiden Trump ketika dia menyebut Presiden Biden sebagai orang Palestina, berbau rasisme dan kebencian anti-Arab,” kata Paul O'Brien, direktur eksekutif Amnesty International AS.

Para aktivis HAM melaporkan peningkatan Islamofobia, bias anti-Palestina, dan antisemitisme di AS sejak pecahnya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023. Perang di Gaza dan dukungan Washington terhadap Israel juga telah menyebabkan demonstrasi selama berbulan-bulan di penjuru AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut