Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol Ketat
Advertisement . Scroll to see content

Demi Nonton Sepak Bola di Stadion, Wanita Iran Menyamar Jadi Pria

Rabu, 02 Mei 2018 - 11:58:00 WIB
Demi Nonton Sepak Bola di Stadion, Wanita Iran Menyamar Jadi Pria
Perempuan Irang yang menyamar jadi pria demi menonton pertandingan sepak bola. (Foto: BBC)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Beberapa perempuan Iran mendadak terkenal lantaran menyamar jadi pria demi bisa menonton pertandingan sepak bola. Dengan memakai janggut dan rambut palsu, mereka menyamar dan berhasil lolos pemeriksaan di Stadion Azadi di Teheran.

Dikutip dari BBC, para perempuan ini tampil layaknya suporter lain, yaitu membawa atribut bendera. Mereka menyamar untuk menyaksikan pertandingan klub favorit mereka, Persepolis, melawan Sepidrood, pada Jumat (28/4) lalu.

Foto-foto mereka di dalam stadion beredar luas di media sosial berbahasa Persia maupun bahasa Inggris.

Saat ditanya bagaimana cara menghindari penjagaaan di pintu masuk stadion, Salah seorang perempuan yang berhasil masuk ke stadion memyebut

"Kami melewati gerbang pertama dan kedua secara bersama-sama, dan tidak ada yang tahu. Tapi begitu kami duduk di tribun, semua orang baru menyadarinya," kata perempuan itu.

"Mereka mengajak foto bersama, memuji, dan kemudian meninggalkan kami. Dan yang menarik, setelah tahu kami perempuan, mereka tidak meneriakkan kata-kata kasar sepanjang pertandingan," ujar dia.

Bahkan beberapa pria kemudian menemani mereka untuk memastikan mereka baik-baik saja.

Ketika ditanya apakah tindakan mereka itu sepadan dengan resikonya, dia menjawab, "Tentu saja, mengapa tidak?"

"Target kami ialah dapat terus menonton sepak bola di stadion sampai mereka mengizinkan semua perempuan bisa masuk stadion. Kami melakukan ini untuk mengatakan kepada pihak berwenang bahwa jika mereka tidak membiarkan kami masuk, kami akan tetap pergi, dengan atau tanpa jenggot," jelas dia.

Salah seorang perempuan Iran lain mengaku sudah tiga kali menyamar sebaagi pria dan berhasil masuk ke dalam stadion. Dalam sebuah wawancara, dia mengaku menyamar dengan tata rias wajah yang selalu berbeda setiap kali menyelinap ke stadion.

"Saya mencari di Google tentang aneka cara merias wajah dan terus mempelajari cara-cara baru dan menerapkannya saat akan pergi ke stadion," ujar perempuan tersebut.

Dia mengaku hanya sekali tertangkap basah oleh penjaga di pintu masuk stadion. Dia pun mendorong perempuan lainnya dan menawarkan melatih mereka teknik penyamaran.

Saat ditanya apakah tidak takut tertangkap dan dijebloskan ke penjara, perempuan itu menjawab diplomatis.

"Mengapa saya harus takut? Kami para perempuan tidak melakukan kejahatan apa pun dengan pergi ke stadion. Hukum di Iran tidak mendefinisikan kehadiran perempuan di stadion sebagai kejahatan," ujar dia.

Foto-foto mereka di stadion awalnya dibagikan secara terbatas di media sosial. Dan ternyata sebagian besar warganet memberikan komentar positif atas aksi mereka tersebut.

"Hebat kalian! Itu pasti membutuhkan keberanian," tulis seorang warganet.

Namun, ada pula warganet yang justru mencela penyamaran para perempuan tersebut.

"Mengapa kamu tidak pergi dan menonton pertandingan olah raga perempuan? Kenapa kamu harus pergi ke stadion pria?" tulis warganet lain.

Walaupun tidak ada larangan resmi bagi perempuan untuk menonton acara olahraga ke stadion di Iran, namun jarang ada mau yang melakukannya karena sering ditolak.

Sebelum Revolusi Islam 1979, kaum perempuan di Iran diizinkan menonton acara-acara olahraga.

Namun, perempuan sering dihukum karena menghadiri pertandingan di masa lalu. Pada 2014, aktivis keturunan Inggris-Iran, Ghoncheh Ghavami, ditahan karena mencoba menonton pertandingan bola voli pria di Iran.

Dan pada Maret 2018, sebanyak 35 perempuan ditahan karena mencoba menghadiri pertandingan sepak bola.

Sebelumnya ada sejumlah perempuan Iran yang ditahan gara-gara berusaha datang ke stadion untuk menyaksikan laga olah raga.

Pada 2014 lalu, seorang aktivis warga Inggris keturunan Iran, Ghoncheh Ghavami, sempat ditahan karena mencoba menonton laga voli pria di Iran. Pada Maret 2018, sebanyak 35 orang perempuan ditahan karena berusaha masuk ke dalam stadion untuk menonton pertandingan sepak bola.

Sebelumnya, pada Februari, seorang perempuan diizinkan menonton pertandingan basket di Teheran, namun mereka harus duduk di tempat terpisah dari penonton pria.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut