Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prancis Bakal Diguncang Demo Besar Lagi, Pemerintah Kerahkan Tentara
Advertisement . Scroll to see content

Demo Prancis Berlanjut Sabtu Depan, Prancis Kerahkan Tentara Jaga Toko Barang Mewah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:17:00 WIB
Demo Prancis Berlanjut Sabtu Depan, Prancis Kerahkan Tentara Jaga Toko Barang Mewah
Mengantisipasi aksi susulan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10), pemerintah Prancis akan mengerahkan personel militer untuk membantu kepolisian (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id -Demonstrasi besar-besaran yang melanda Prancis diwarnai bentrokan hingga penjarahan toko-toko barang mewah. Mengantisipasi aksi susulan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), pemerintah Prancis akan mengerahkan personel militer untuk membantu kepolisian mengamankan situasi.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan, pengerahan tentara diperlukan karena jumlah polisi dan gendarme terbatas untuk menangani demonstrasi yang meluas ke berbagai wilayah negara tersebut.

Pemerintah akan memanfaatkan personel dari operasi militer Sentinelle untuk mengambil alih sejumlah tugas penjagaan fasilitas. Dengan begitu, polisi dapat lebih fokus menangani demonstrasi dan menjaga ketertiban umum.

"Kami akan mengerahkan pasukan dari operasi Sentinelle, tentu saja, untuk menggantikan pasukan keamanan internal, terutama untuk tugas-tugas penjagaan fasilitas," ujar Nunez kepada anggota parlemen Majelis Nasional Prancis, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (22/10/2026).

Pengerahan personel militer tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghadapi potensi meningkatnya ketegangan saat demonstrasi berikutnya berlangsung. Sebelumnya, aksi protes pada akhir pekan lalu diwarnai bentrokan, perusakan, serta penjarahan toko-toko barang mewah.

Gelombang demonstrasi itu awalnya dipicu oleh aksi siswa sekolah menengah atas (SMA) sejak bulan lalu yang memprotes kondisi pendidikan di Prancis. Namun, tuntutan massa kemudian meluas dengan mengangkat persoalan tingginya biaya hidup.

Aksi yang semula digerakkan para pelajar di Paris dan sejumlah kota lainnya kini turut diikuti kelompok masyarakat lain, termasuk buruh dan mantan aktivis gerakan Rompi Kuning atau Yellow Vests.

Besarnya gelombang protes terlihat dari data Kementerian Dalam Negeri Prancis. Sekitar 550.000 demonstran turun ke jalan pada akhir pekan lalu.

Pemerintah kini bersiap menghadapi demonstrasi lanjutan pada Sabtu mendatang. Selain mengerahkan personel militer untuk membantu penjagaan fasilitas, aparat keamanan juga harus mengantisipasi potensi bentrokan dan kerusakan properti seperti yang terjadi dalam aksi sebelumnya.

Meluasnya demonstrasi dari persoalan pendidikan ke isu biaya hidup menunjukkan bahwa protes tersebut telah melibatkan kelompok masyarakat yang lebih beragam. Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah Prancis dalam menjaga keamanan sekaligus menghadapi berbagai tuntutan yang disuarakan para demonstran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut