Demonstran Kepung Gedung Putih, Donald Trump Sempat Dievakuasi ke Bunker

Arif Budiwinarto ยท Senin, 01 Juni 2020 - 13:25 WIB
Demonstran Kepung Gedung Putih, Donald Trump Sempat Dievakuasi ke Bunker

Demonstran berunjuk rasa di depan Gedung Putih menyusul tewasnya George Floyd di tangan polisi Minneapolis (foto: SMH)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat dievakuasi ke ruang bawah tanah saat masa mengepung Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) malam waktu setempat.

Dilansir dari CNN, langkah pengamanan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam. Selain Donald, anggota kelurga presiden lainnya yakni Melania Trump beserta anaknya, Barron, juga turut diamankan ke dalam bunker.

Sumber terpercaya mengatakan, prosedur keselamatan terhadap presiden dan keluarganya harus segera dilakukan setelah status keamanan White House dinaikkan menjadi merah.

"Presiden harus dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat. Melania Trump, Barron Trump dan seluruh anggota utama keluarga presiden juga harus dipindahkan," demikian pernyataan salah seorang staf Gedung Putih.

Sampai Minggu (31/5/2020) malam waktu setempat, ratusan demonstran masih bertahan di depan pagar komplek Gedung Putih. Meskipun sejauh ini aksi unjuk rasa masih kondusif, namun tetap saja menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pegawai Gedung Putih yang harus bekerja di hari Senin.

Mereka diminta tidak memakai atribut maupun tanda pengenal staf Gedung Putih sampai memasuki pos pemeriksaan yang dijaga Secret Service. Himbauan ini dimaksudkan agar para staf terhindar dari gangguan para demonstran.

Gelombang unjuk rasa besar-besaran melanda lebih dari 30 kota di 16 negara bagian Amerika Serikat sejak awal pekan kemarin. Aksi tersebut dipicu tewasnya pria berkulit hitam, George Floyd, saat ditangani polisi Minneapolis atas dugaan peredaran uang palsu.

Floyd meninggal dunia setelah bagian lehernya ditindih lutut polisi yang diketahui bernama Derek Chauvin. Belakangan, tewasnya Floyd dikaitkan dengan sentimen rasial. Sebab, Derek diketahui punya rekam jejak buruk menangani orang-orang berkulit hitam.

Editor : Arif Budiwinarto