Deretan Negara Kurangi Jam Kerja saat Ramadan, Ada yang Hanya 5 Jam Sehari
JAKARTA, iNews.id – Deretan negara mengurangi jam kerja saat Ramadan menjadi perhatian publik. Sejumlah negara mayoritas Muslim memangkas durasi kerja demi memberi ruang bagi umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk. Bahkan, ada negara yang menetapkan jam kerja hanya lima jam per hari.
Kebijakan pengurangan jam kerja selama Ramadan umumnya diatur dalam regulasi ketenagakerjaan nasional. Namun, di negara dengan populasi Muslim minoritas, penyesuaian waktu kerja biasanya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.
Uni Emirat Arab Pangkas Jam Kerja untuk Semua Karyawan
Deretan negara kurangi jam kerja saat Ramadan salah satunya diterapkan di Uni Emirat Arab. Pemerintah secara resmi mewajibkan pengurangan jam kerja selama bulan suci untuk sektor publik maupun swasta.
5 Jenis Kurma untuk Buka Puasa Ramadan, Ini yang Disukai Nabi
Biasanya jam kerja dipersingkat dua jam dari jadwal normal. Aturan ini berlaku bagi seluruh karyawan, termasuk non-Muslim, sebagai bagian dari regulasi nasional selama Ramadan.
Arab Saudi hingga Oman Terapkan Regulasi Resmi
IIMS 2026 Catatkan 580.250 Pengunjung, Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
Di Arab Saudi, pemerintah menetapkan jam kerja lebih singkat bagi pegawai sektor publik. Instansi pemerintah beroperasi dengan durasi kerja yang dikurangi, sementara sektor swasta menyesuaikan aturan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Sementara itu, Qatar termasuk yang paling signifikan memangkas waktu kerja. Pegawai negeri biasanya bekerja sekitar lima jam per hari selama Ramadan sesuai undang-undang ketenagakerjaan.
Aneh! Pengemudi Kena Tilang karena Lihat Drone Diterbangkan Polisi
Kebijakan serupa juga berlaku di Kuwait, Bahrain, dan Oman. Negara-negara tersebut secara resmi mengurangi jam kerja pegawai pemerintah sebagai praktik tahunan yang telah diatur regulasi nasional.
Menkes Sarankan Jangan Minum Sirup saat Buka Puasa, Ini Alasannya!
India hingga Negara Barat Beri Fleksibilitas
Berbeda dengan negara Timur Tengah, India tidak memiliki kebijakan nasional yang mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan. Namun, di wilayah dengan populasi Muslim besar, sejumlah kantor atau institusi memberikan fleksibilitas jadwal secara internal.
Di Amerika Serikat dan Kanada, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, hingga menyediakan ruang khusus untuk salat. Kebijakan ini umumnya lahir dari inisiatif keberagaman dan inklusi perusahaan.
Sementara itu, di Britania Raya dan Jerman, sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan Muslim menyesuaikan jadwal kerja selama Ramadan. Perusahaan multinasional di kedua negara tersebut juga aktif mendorong kebijakan ramah keberagaman.
Adapun Prancis menerapkan kebijakan sekularisme yang ketat sehingga Ramadan bukan hari libur nasional. Meski begitu, beberapa tempat kerja tetap memberikan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau penyesuaian terbatas.
Deretan negara kurangi jam kerja saat Ramadan menunjukkan bagaimana kebijakan ketenagakerjaan dapat beradaptasi dengan kebutuhan spiritual masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap keseimbangan antara produktivitas dan pelaksanaan ibadah selama Ramadan.
Editor: Dani M Dahwilani