Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Negara Kurangi Jam Kerja saat Ramadan, Ada yang Hanya 5 Jam Sehari
Advertisement . Scroll to see content

Hormati Karyawan Muslim, Negara di Eropa dan Amerika Ini Kurangi Jam Kerja Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:53:00 WIB
Hormati Karyawan Muslim, Negara di Eropa dan Amerika Ini Kurangi Jam Kerja Selama Ramadan
Sejumlah negara di Eropa dan Amerika menunjukkan dukungan terhadap karyawan Muslim dengan memberikan fleksibilitas kerja selama Ramadan. (Foto: AI/Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah negara di Eropa dan Amerika menunjukkan dukungan terhadap karyawan Muslim dengan memberikan fleksibilitas kerja selama bulan suci Ramadan. Meski Ramadan bukan hari libur nasional, berbagai perusahaan menyesuaikan jam kerja sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah puasa.

Kebijakan tersebut umumnya tidak diatur secara nasional, melainkan menjadi bagian dari inisiatif keberagaman dan inklusi di lingkungan kerja. Perusahaan memberi ruang agar karyawan tetap produktif tanpa mengabaikan kewajiban spiritual.

Amerika Serikat dan Kanada Terapkan Jam Fleksibel

Di Amerika Serikat, banyak perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel selama Ramadan. Sejumlah kantor juga menyediakan opsi bekerja dari rumah serta ruang khusus untuk salat.

Langkah serupa diterapkan di Kanada. Perusahaan memberi penyesuaian jam masuk dan pulang kerja, bahkan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa.

Britania Raya dan Jerman Dorong Kebijakan Inklusif

Di Britania Raya, sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan Muslim mengatur ulang jadwal kerja selama Ramadan. Jam kerja dapat dimajukan agar karyawan bisa pulang lebih awal menjelang waktu berbuka.

Sementara itu, di Jerman, kebijakan fleksibilitas kerja bergantung pada aturan internal perusahaan. Beberapa kantor memberikan penyesuaian waktu istirahat dan jam kerja yang lebih singkat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut