Di Mana Menlu Rusia Sergei Lavrov saat Zelensky Pidato di KTT G20?
NUSA DUA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov ternyata tetap berada di ruang utama acara KTT G20 saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato, Selasa (15/11/2022). Zelensky menyampaikan pidato melalui tautan video.
Beberapa delegasi mengatakan Lavrov, yang mewakili Presiden Vladimir Putin memimpin delegasi Rusia, mendengarkan pidato Zelensky sampai akhir.
Pidato Zelensky disampaikan usai pembukaan KTT G20 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Acara tersebut tertutup untuk wartawan.
Pada kesempatan itu, Zelensky meminta kepada para pemimpin G20, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping, untuk mengadopsi 10 poin formula perdamaian dari negaranya. Dia juga mendesak G20 untuk mengakhiri perang secara adil dan berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional.
Pidato di KTT G20, Ini Tuntutan Zelensky untuk Akhiri Perang dengan Rusia
"Saya yakin sekarang adalah waktunya, saat perang menghancurkan oleh Rusia harus dan dapat dihentikan," katanya, dalam salinan pidato yang dilihat Reuters.
Dia menegaskan, perang harus diakhiri secara adil serta berdasarkan Piagam PBB serta hukum internasional.
Pidato di KTT G20, Zelensky: Saya Ingin Perang Rusia Berakhir!
"Silakan pilih cara Anda bagi kepemimpinan dan bersama-sama kita pasti akan menerapkan formula perdamaian," ujar Zelensky, kepada para pemimpin G20.
Lebih lanjut dia menyoroti soal ancaman bencana nuklir disebabkan ulah Rusia terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Tak ada satu pihak pun yang boleh memeras dunia dengan bencana radiokatif atau nuklir.
"Rusia mengubah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia kami menjadi bom radioaktif yang bisa meledak kapan saja," tuturnya, seraya menegaskan seluruh pasukan Rusia harus ditarik dari PLTN tersebut sesegera mungkin.
Dia juga menyerukan penerapan pembatasan harga bagi energi Rusia serta memperluas inisiatif ekspor biji-bijian. Dia juga menyerukan agar semua tahanan perang Ukraina dibebaskan.
Editor: Anton Suhartono