Diancam Sanksi oleh AS, Putin Tak Akan Tunduk kepada Trump
MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi sinyal kuat tidak akan tunduk pada ancaman tarif atau sanksi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Seperti diketahui, Trump memberi waktu 10 hari, jatuh tempo pada Jumat (8/8/2025), kepada Rusia untuk menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina guna mengakhiri perang.
Beberapa sumber pejabat Rusia mengatakan kepada Reuters, dikutip Rabu (6/8/2025), Putin tetap bertahan pada tujuan operasi militer khusus di Ukraina yakni merebut empat wilayah negara itu.
Menurut para pejabat, tekad Putin untuk terus maju didorong keyakinannya bahwa Rusia sedang menang dan meraih banyak kemajuan di medan perang. Selain itu Putin juga yakin Rusia bisa bertahan dari hukuman AS karena sudah terbiasa dijatuhi sanksi 3,5 tahun terakhir atau setelah memulai invasi ke Ukraina.
Sumber pejabat lainnya yang mengikuti pembicaraan di Kremlin mengatakan, Putin sebenarnya tidak ingin membuat marah Trump. Selain itu Putin sadar betul akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan AS serta negara Barat lainnya jika menolak seruan gencatan senjata.