Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tank Merkava Israel Tembak Posisi Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Advertisement . Scroll to see content

Didemo 2 Pekan Penuh, PM Lebanon Saad Hariri Mundur

Rabu, 30 Oktober 2019 - 08:45:00 WIB
Didemo 2 Pekan Penuh, PM Lebanon Saad Hariri Mundur
PM Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri . (FOTO: Marwan Tahtah/AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.id - Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri, setelah berlangsung aksi unjuk rasa besar-besaran dalam dua pekan terakhir. Hariri mengatakan Lebanon mengalami kebuntunan dan perlu langkah terobosan untuk mengakhiri krisis.

Unjuk rasa mulanya dilakukan untuk menentang rencana memajaki WhatsApp yang sekarang sudah dibatalkan. Protes kemudian meluas, menyasar korupsi politik dan masalah ekonomi.

Tingkat utang Lebanon dilaporkan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Lewat pidato televisi, Hariri mengatkaan dirinya akan mengajukan pengunduran dirinya ke Presiden Michel Aoun.

"Selama 13 hari, warga Lebanon menunggu sebuah keputusan bagi jalan keluar politik untuk menghentikan memburuknya keadaan. Dan saya sudah mencoba, untuk menemukan jalan keluar, dengan mendengarkan suara masyarakat," kata Hariri, seperti dilaporkan BBC, Rabu (30/10/2019).

Tetapi dia menambahkan, "Kami ternyata harus mengambil langkah yang mengejutkan untuk mengatasi krisis."

Unjuk rasa mencerminkan perpecahan di dalam masyarakat Lebanon dan menyebabkan penutupan bank, kantor, sekolah, dan universitas selama 10 hari.

Kelompok Syiah militan, Hizbullah, yang mendominasi pemerintahan koalisi Hariri, baru-baru ini memperkeras posisinya terhadap pengunjuk rasa.

Pada Selasa, pendukung Hizbullah dan kelompok Syiah lain, Amal, merusak kamp pengunjuk rasa di Beirut tengah, meneriakkan slogan, membakar tenda, dan memukuli pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Penghambat jalan yang dibuat oleh pengunjuk rasa juga diserang.

Polisi antihuru-hara dan tentara berusaha memisahkan kelompok yang berlawanan dengan menembakkan gas air mata.

Hizbullah menentang pengunduran diri Hariri, dengan mengatakan ini akan menciptakan kekosongan di pemerintah Lebanon.

Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengisyaratkan bahwa protes didanai pihak asing.

"Seseorang sedang mencoba menarik (Lebanon) ke arah perang saudara," ujar Nasrallah.

Hariri dan pemerintahan koalisinya, termasuk Hizbullah, sebelumnya menyepakati rencana reformasi untuk mencoba menindak pengunjuk rasa, tetapi mereka tetap melanjutkan protes.

Wartawan BBC, Martin Patience, mengatakan banyak anggota masyarakat yang sudah lelah terhadap kebuntuan ekonomi, korupsi yang meluas, dan langkanya sarana umum.

Dia memyebut, keadaan ini akan membuat negara Barat waspada.

Sebelumnya Lebanon dipandang sebagai daerah yang stabil di Timur Tengah yang bergolak.

Kesepakatan berbagi kekuasaan yang mengakhiri perang saudara 30 tahun lalu menciptakan perdamaian, tetapi ternyata hal ini gagal menghentikan memburuknya krisis ekonomi.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut