Diguyur Hujan Lebat saat Mendarat, Pesawat China Tergelincir di Manila

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:47:00 WIB
Diguyur Hujan Lebat saat Mendarat, Pesawat China Tergelincir di Manila
Hujan lebat menyebabkan pesawat Xiamen Airlines Boeing 737 tergelincir dari landasan saat mendarat. (Foto: AAP)

MANILA, iNews.id - Pesawat penumpang China, Xiamen Airlines, tergelincir saat mendarat di Bandara Manila. Pesawat yang mengangkut 165 orang itu tergelincir saat hujan deras.

Dilaporkan AFP, Jumat (17/8/2018), pesawat maskapai Xiamen Airlines itu mendarat di Manila usai terbang dari Xiamen, China bagian tenggara, saat insiden terjadi pada Kamis (16/8) malam waktu setempat.

Otoritas bandara, Ed Monreal mengatakan, Boeing 737-800 itu sedang melakukan pendaratan kedua sebelum akhirnya tergelincir ke rerumputan yang ada di samping landasan. Akibatnya, mesin dan saya pesawat sebelah kiri mengalami kerusakan parah.

Sebanyak 157 penumpang dan delapan awak berhasil dievakuasi. Empat orang dilaporkan mengalami luka goresan saat sedang dievakuasi.

"Dengan berkah Tuhan, semua penumpang dapat dievakuasi dengan aman," kata Monreal.

Dia mengatakan saat ini penyebab insiden masih diselidiki.

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, Eric Apolonio, sebelumnya mengatakan, insiden itu terjadi saat kondisi hujan lebat. Penumpang dan awak menggunakan seluncuran darurat untuk meninggalkan pesawat.

"Semua orang selamat tapi mereka harus menggunakan seluncuran darurat karena kondisinya berlumpur," ucap Apolonio.

Kantor berita Xinhua melaporkan, pesawat terbang berputar selama satu jam sebelum melakukan pendaratan. Pesawat awalnya melewatkan landasan dalam percobaan pendaratan pertama.

Saat akan mendarat kedua kalinya, pesawat sempat hilang kontak dengan menara kendali di bandara dan akhirnya tergelincir saat menyentuh landasan.

"Menara Manila (kontrol bandara) mengatakan kepada kami pesawat mencoba mendarat sekali, dibatalkan, lalu berputar kembali. Setelah mendarat, menara kehilangan kontak dengannya," kata kepala penerbangan sipil, Jim Sydiongco.

Insiden itu menyebabkan sebagian bandara utama Filipina ditutup pada Jumat. Otoritas penerbangan menutup landasan utama bandara hingga pukul 16.00 (0800 GMT), memaksa beberapa maskapai penerbangan untuk membatalkan, menunda, atau mengubah rute penerbangan.

Editor : Nathania Riris Michico