Dikecam karena Serang Suriah, Erdogan Tuduh Uni Eropa Dukung Teroris Kurdi
ISTANBUL, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menuduh Barat, yakni Uni Eropa dan Amerika Serikat, membantu milisi Kurdi YPG-PKK. Padahal organisasi itu sudah ditetapkan sebagai teroris.
Turki melancarkan serangan ke Suriah sejak 9 Oktober 2019 untuk memukul mundur milisi Kurdi agar masuk lebih ke dalam serta mengamankan sepanjang garis perbatasan untuk membuat zona aman.
"Bisakah Anda bayangkan, seluruh Barat berdiri bersama para teroris dan semua menyerang kami, termasuk negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa," Kata Erdogan, dikutip dari AFP, Senin (21/10/2019).
"Sejak kapan Anda berpihak kepada teroris? Apakah PYD-YPG (pasukan Kurdi Suriah) bergabung dengan NATO dan kami tidak tahu tentang itu," katanya, menyindir.
Bertemu Wapres AS Pence, Erdogan Akhirnya Setuju Gencatan Senjata di Suriah
Pemerintah Turki menjelaskan, YPG merupakan cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang sudah dimasukkan sebagai organisasi dilarang karena melakukan pemberontakan di Turki sejak 1984. PKK masuk daftar hitam sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.