Dikeluarkan dari SMA, Remaja Cantik Ini Ancam Tembak 400 Orang
OKLAHOMA, iNews.id - Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun di Oklahoma, Amerika Serikat, ditangkap polisi pada Minggu (15/9/2019) setelah mengancam akan menembak 400 orang. Ancaman itu disampaikan setelah dia dikeluarkan dari sekolah dengan alasan nakal.
Perempuan berparas cantik bernama Alexis Wilson itu menyamoaikan ancaman kepada temannya saat mereka berada di restoran pizza McAlester, Oklahoma.
Tak mau mengambil risiko, teman Wilson tersebut langsung melapor polisi untuk diambil tindakan. Pasalnya beberapa kasus penembakan di sekolah AS bermula dari dendam pelaku terhadap sekolah.
(Alexis Wilson ditahan polisi/KTUL)
Polisi pun menggeledah kamar Wilson dan menemukan satu pucuk senapan AK-47 yang baru dibeli, satu pucuk senapan berburu, serta enam magasin.
Kepada petugas, Wilson membantah mengeluarkan ancaman akan menembaki ratusan orang.
"Saya tidak akan pernah menembaki sekolah,” ujarnya, kepada Fox23.
Wilson beralasan, dia hanya berusaha meyakinkan rekannya bahwa tidak semua pemilik senjata merupakan orang jahat.
Sebuah foto yang dirilis polisi menunjukkan remaja itu mengenakan kaus hitam bertuliskan 'The Archist Cook', sebuah buku yang dirilis pada 1971 sebagai bentuk pembangkangan sipil serta dikaitkan dengan berbagai penembakan massal dan pengeboman.
Wilson dikeluarkan dari SMA McAlester akibat beberapa kasus tindakan kekerasan. Sebelumnya, dia juga diskors karena tertangkap membawa pisau.
(SMA McAlester, tempat Wilson pernah bersekolah/KTUL)
Sementara itu ibu Wilson mengatakan dia mengetahui anaknya menabung untuk membeli senapan. Namun dia tak yakin senjata itu akan digunakan untuk membunuh orang.
"Alexis selalu menembakkan senjata api dan bisa berburu," kata sang ibu, sebagaimana tertulis dalam laporan polisi.
Akibat insiden ini, Wilson didakwa dengan tuduhan membuat ancaman dan ditahan di Penjara Pittsburg County. Dia akan disidang pada 27 September.
Sementara itu pejabat SMA McAlester, Randy Hughes, mengatakan, pihaknya sudah meminta polisi untuk memperketat keamanan di sekolah. Apalagi ancaman serupa pernah ada tahun lalu.
"Kami sudah mengalaminya tahun lalu ketika mendapat ancaman serupa. Kami menambah keamanan, ada petugas polisi tambahan," katanya.
Editor: Anton Suhartono