Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Tanker Rusia Diserbu dan Disita Amerika, Ini Tanggapan Keras Moskow
Advertisement . Scroll to see content

Dikirim Amerika sejak 2 Bulan Lalu, Keberadaan Tank Abrams Ukraina Masih Misterius

Jumat, 05 Januari 2024 - 05:00:00 WIB
Dikirim Amerika sejak 2 Bulan Lalu, Keberadaan Tank Abrams Ukraina Masih Misterius
Penampakan tank Abrams buatan AS yang sedang menjalani latihan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id - Tank tempur utama M1 Abrams telah dikirimkan AS ke Ukraina sejak dua bulan lalu. Namun, hingga kini tank itu tidak pernah teramati di medan perang antara pasukan Kiev dan tentara Rusia

Hal tersebut diungkapkan oleh majalah Forbes lewat laporannya, baru-baru ini. Media itu juga mengatakan bahwa keberadaan mesin tempur canggih buatan Amerika Serikat itu juga masih misterius. 

Pada akhir September, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa sejumlah tank Abrams mulai tiba di Ukraina. Secara total, Pemerintah AS berjanji untuk memasok Kiev dengan 31 tank sejenis. 

Akan tetapi, Kepala Dinas Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov mengatakan, tank -tank itu tidak akan hidup terlalu lama di medan perang dalam pertempuran senjata gabungan biasa. 

Senada dengan itu, Forbes pada Rabu (3/1/2024) melaporkan bahwa tank Abrams yang dilengkapi senjata paling baik bahkan disebut-sebut rentan terhadap serangan drone yang dibekali kamera first-person-view alias FPV. Karenanya, militer Ukraina harus memodifikasi tank AS itu untuk membuatnya lebih terlindungi. 

Modifikasi itu pun bisa mencakup banyak hal. Mulai dari kerangkeng (cages), pelindung bilah (slats armor) dan pelindung reaktif (reactive armor)--meskipun yang terakhir tidak mungkin dipasang karena akan menambah berat beberapa ton ke kendaraan yang memang sudah berat itu. 

Negara -negara Barat telah memberikan bantuan militer ke Ukraina sejak awal operasi militer Rusia pada bulan Februari 2022. Bantuan tersebut terus meningkat dari bentuk yang paling ringan seperti amunisi artileri dan pelatihan tentara pada 2022; menjadi senjata yang lebih berat, termasuk tank tempur akhir tahun itu dan pada 2023. 

Kremlin sudah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memberikan bantuan senjata kepada Ukraina, karena itu sama saja dengan "menuangkan minyak ke dalam kobaran api".

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut