Dilarang ke Stadion, Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Bakar Diri hingga Tewas

Anton Suhartono ยท Rabu, 11 September 2019 - 13:39 WIB
Dilarang ke Stadion, Perempuan Suporter Sepak Bola Iran Bakar Diri hingga Tewas

Suporter sepak bola Iran menonton laga timnas di Piala AFC di Jepang (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Seorang perempuan suporter sepak bola Iran tewas setelah membakar diri di luar pengadilan di Teheran.

Perempuan bernama Sahar Khodarayi itu membakar diri setelah sidang pengadilan atas kasus percobaan masuk Stadion Azadi, Teheran, untuk menonton pertandingan sepak bola dengan menyamar sebagai laki-laki. Sidang atas dirinya ditunda.

Di Iran, perempuan dilarang menonton sepak bola di stadion, meskipun untuk pertandingan lain seperti voli diperbolehkan.

(Sahar Khodarayi/Twitter)

Kisah Sahar menjadi perhatian luas, tak hanya di Iran tapi juga seluruh dunia, dengan membuat tagar 'Blue Girl', merujuk pada warna kostum tim favoritnya, Esteqlal dari Teheran.

Dia ditangkap pada Maret 2019 saat mencoba memasuki stadion sepak bola Azadi. Setelah dipenjara selama 3 hari, perempuan 29 tahun itu dibebaskan dengan jaminan lalu menunggu hingga 6 bulan untuk menjalani sidang.

Namun saat hadir di pengadilan, dia mendapat kabar bahwa sidangnya ditunda karena hakim punya urusan mendadak terkait keluarga.

Dia lalu dipanggil ke kantor polisi untuk mengambil telepon genggamnya. Saat itulah Sahar mendapat informasi dari petugas bahwa untuk kasus seperti ini pelakunya bisa dihukum penjara antara 6 bulan hingga 2 tahun.

Mendengar informasi itu, Sahar syok dan membakar diri di depan gedung pengadilan setelah menyiram tubuhnya dengan bensin. Dia lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit sepekan setelah menjalani perawatan akibat menderita luka bakar 90 persen.

(Sahar Khodarayi/Mirror)

Kapten tim nasional Iran, Masoud Shojaei, mengunggah pesan di akun Instagram sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya Sahar serta kritikan atas aturan lama yang diterapkan kembali secara sepihak.

"Ketika kita dikejutkan oleh aturan lama pembatasan yang diterapkan untuk perempuan, generasi mendatang akan terkejut melihat (mengetahui) bahwa perempuan dilarang memasuki stadion olahraga di masa kita. Asal usul pembatasan semacam ini merupakan pemikiran masa lalu yang busuk dan menjijikkan dan tidak akan bisa dipahami generasi mendatang," ujarnya.

Perempuan Iran dilarang menonton acara olahraga yang dimainkan atlet pria sejak 1981. Namun aturan tak tertulis itu dicabut pada tahun lalu dan memungkinkan perempuan mengikuti nonton bareng Piala Dunia di sebuah stadion Teheran.

Badan sepak bola dunia FIFA menetapkan batas waktu 31 Agustus bagi Iran untuk mengizinkan perempuan masuk stadion, sesuatu yang belum dijamin negara itu.


Editor : Anton Suhartono