Dipecat Presiden Mugabe, Mantan Wapres Zimbabwe Serang Balik
HARARE, iNews.id - Wakil Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa yang dipecat oleh Presiden Robert Mugabe dua pekan lalu kini menyerang balik mantan bosnya itu. Dia meminta Mugabe mundur.
Emmerson Mnangagwa mengatakan dia melarikan diri ke luar negeri dua pekan lalu setelah mengetahui sebuah rencana pembunuhan terhadapnya. Dia tidak akan kembali ke Zimbabwe sebelum kondisinya aman.
Mnangagwa dipecat karena dianggap tidak loyal pada Mugabe. Dia akan maju dalam pemilihan presiden Desember mendatang bersaing dengan istri Mugane, Grace.
"Saya mengatakan kepada Presiden bahwa saya tidak akan kembali ke rumah sekarang sampai keamanan pribadi saya terjamin, karena cara dan perlakuan yang diberikan kepada saya saat saya dipecat," katanya, dikutip dari BBC.
Dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan pada Selasa (21/11/2017), Mnangagwa menyampaikan bahwa Presiden Mugabe harus memperhatikan desakan rakyatnya untuk mundur.
Dinamika politik di Zimbabwe semakin meningkat setelah pemecatan itu. Apalagi, Mugabe tidak hanya melengserkan Mnangagwa, tapi juga para tokoh partai Zanu-PF yang dianggapnya membelot. Seolah mencari musuh, Mugabe juga mengkritik militer. Tak heran jika pihak yang membencinya semakin banyak.
Puncaknya, militer melakukan aksi pendudukan di kediaman Mugabe pada Rabu 15 November. Sejak itu, pria berusia 93 tahun tersebut bersama istrinya menjadi tahanan rumah.
Desakan untuk mundur semakin kuat. Pada Sabtu 18 November puluan ribu warga turun ke jalan. Keesokan harinya, Zanu-PF menggelar pertemuan yang hasilnya memecat Mugabe sebagai pemimpin partai. Tak hanya itu Grace juga diminta keluar dari partai.
Partai Zanu-PF memulai proses pemakzulan di parlemen pada Selasa. Permohonan pemakzulan ini sudah disetujui oleh 230 dari 260 anggota.
Editor: Anton Suhartono