Dipicu Lockdown Covid, Warga China Mulai Berani Demonstrasi Desak Xi Jinping Mundur

Anton Suhartono ยท Senin, 28 November 2022 - 13:48:00 WIB
Dipicu Lockdown Covid, Warga China Mulai Berani Demonstrasi Desak Xi Jinping Mundur
Demonstrasi pecah di China menentang kebijakan lockdown (Foto: AP)

BEIJING, iNews.id - China dilanda demonstrasi langka di tengah pengetatan kembali kebijakan zero-Covid-19. Massa di berbagai kota yang menerapkan lockdown turun ke jalan sepanjang akhir pekan kemarin dan berlanjut hari ini, Senin (28/11/2022).

Bahkan massa berani meneriakkan yel serta membentangkan spanduk yang mendesak Presiden Xi Jinping untuk mundur. Ini merupakan demonstrasi terbesar yang menentang kebijakan pemerintah, termasuk mendesak Xi untuk mundur, sejak dia menjabat 10 tahun silam.

Demonstrasi tersebut merupakan akumulasi dari kemarahan warga yang kembali menjadi obyek pembatasan penularan virus corona. 

Lebih dari 400 juta warga China yang tinggal di sekitar 40 kota dan wilayah terdampak penerapan lockdown terbaru. China mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 harian bahkan telah menembus 40.000 dalam sehari.

Pada Minggu kemarin, polisi Shanghai terlibat bentrok dengan demonstran serta menghentikan bus penuh pengunjuk rasa. Kota pusat perdagangan tersebut termasuk yang terparah menerapkan lockdown.

BBC melaporkan seorang jurnalis yang meliput demonstrasi di Shanghai juga ditangkap, namun dibebaskan beberapa jam kemudian.

Demonstrasi dan bentrokan di Shanghai terjadi setelah beberapa penduduk menggelar aksi keprihatinan atas kebakaran apartemen di Urumqi pekan lalu yang menewaskan 10 orang. Kebakaran itu diduga kuat masih terkait dengan penerapan lockdown karena warga kota tersebut dilarang beraktivitas di luar ruangan kecuali untuk urusan penting. Otoritas setempat membantah lockdown sebagai pemicunya.

Aksi keprihatinan tersebut mendapat simpati luas hingga warga lainnya bergabung dan berubah menjadi demonstrasi menentang pembatasan Covid-19.

"Jatuhkan Partai Komunis China, jatuhkan Xi Jinping," demikian teriakan sekelompok massa, sebagaimana disampaikan para saksi serta video yang beredar di media sosial, seperti dilaporkan kembali Reuters, Senin (28/11/2022).

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda