Diproyeksikan Raih 19 Kursi Parlemen Israel, Partai Arab Ingin Gulingkan Netanyahu
TEL AVIV, iNews.id - Aliansi politik Israel yang didominasi kalangan Arab, Joint List, menegaskan akan menjegal Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk berkuasa kembali. Joint List diproyeksikan meraih 11 hingga 12 kursi parlemen Knesset, bersama partai Arab lainnya, Ra'am, yang diproyeksikan meraih 6-7 kursi, kubu tersebut bisa menjadi kunci pembentukan pemerintahan mendatang.
Perolehan kursi Kubu Netanyahu maupun oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot, berdasarkan hasil proyeksi, tak ada yang mencapai batas 61 kursi untuk bisa membentuk pemerintahan sendiri. Kubu Netanyahu diproyeksikam meraih 53 kursi, sementara Eisenkot 48 kursi.
Dalam pernyataannya Joint List menegaskan, partisipasi masif para pemilih Arab telah menghalangi kubu Netanyahu untuk meraih suara mayoritas di parlemen. Mereka berjanji akan memanfaatkan perolehan kursi tersebut untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu.
Disbutkan, hasil penghitungan sementara pemilu Israel yang digelar Selasa (27/10/2026) menunjukkan tingginya tingkat partisipasi pemilih Arab. Kondisi itu memainkan peran krusial dalam mencegah Netanyahu beserta "kubu fasis"-nya untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Menurut mereka, para pemilih telah menjawab hasutan dan intimidasi di tempat-tempat pemungutan suara (TPS),dengan menolak "pemerintahan para algojo" beserta kebijakan-kebijakannya, seperti penghancuran rumah warga, rasisme, dan kejahatan perang.
Joint List menyatakan, dukungan suara yang mereka terima mencerminkan tuntutan akan persatuan politik dan kehadiran kekuatan yang mampu membela hak-hak warga Arab tanpa kompromi.
Mereka juga berjanji untuk berupaya mencegah kembalinya pemerintahan tersebut, seraya menegaskan kesiapan untuk bekerja sama dalam membentuk pemerintahan alternatif.
Namun kerja sama itu tidak gratis, kubu oposisi harus berkomitmen menolak pengucilan warga Arab beserta perwakilan mereka, serta memperjuangkan hak-hak dan tuntutan komunitas Arab di Israel.
Joint List diproyeksikan memenangkan 12 kursi dan United Arab List (Ra’am) meraih 7 kursi, sehingga total perwakilan mereka menjadi 19 kursi, meningkat dari 10 kursi dalam pemilu pada 2022.
Lebih dari 500.000 surat suara khusus (yang menggunakan sistem amplop ganda) masih belum dihitung, yang berpotensi mengubah distribusi kursi. Surat suara ini mencakup suara tentara, diplomat, dan pihak-pihak lain yang memberikan suara di luar TPS tempat mereka terdaftar. Lebih dari 7,3 juta warga Israel memiliki hak pilih dalam pemilu pertama sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Editor: Anton Suhartono