Disebut Negara Sampah oleh Trump, Ini Respons Perdana Menteri Somalia
MOGADISHU, iNews.id - Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre tak terima negaranya disebut sampah oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia tak terima negara dan warga Somalia direndahkan oleh Trump.
Barre mengatakan, dia memilih sikap enggan mengomentari pernyataan itu dan menganggapnya sebagai angin lalu saja.
Dalam pernyataan di pertemuan inovasi nasional, Barre mengatakan Trump sudah biasa memberikan komentar negatif kepada banyak negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Somalia Ali Omar menilai, Trump menjadikan negaranya sebagai kambing hitam untuk mengalihkan perhatian publik atas kegagalannya.
Trump Usir Imigran Somalia dari Amerika, Sebut Tak Berguna
"Narasi ini tidak hanya salah, tapi juga penghinaan terhadap ketahanan dan pengorbanan kita," katanya, menyerukan kepada warga Somalia untuk bersatu.
Dia mengajak semua warga Somalia dan diaspora untuk melindungi martabat negara. Somalia harus menunjukkan kepada dunia bahwa tidak akan tunduk kepada siapa pun.
Trump Ancam Usir Imigran Somalia, Sebut Kata-Kata Rasis
Trump, dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12/2025), menegaskan tidak ingin imigran Somalia berada di AS. Trump bahkan blak-blakan menyebut imigran Somalia sebagai sampah.
Menurut Trump, Somalia terlalu bergantung pada bantuan sosial dari negaranya, sebaliknya hanya memberi sedikit kontribusi bagi Amerika Serikat.
Warga Somalia biasanya tinggal di Minnesota serta beberapa negara bagian lain, seringkali sebagai pengungsi, sejak tahun 1990-an.
"Mereka tidak berkontribusi apa pun. Saya tidak ingin mereka berada di negara kita," kata Trump.
"Negara mereka tidak bagus karena suatu alasan. Negara Anda busuk dan kami tidak ingin mereka berada di negara kita," ujarnya, lagi.
Trump pada pekan lalu berjanji untuk mengusir warga Somalia ke negaranya serta menuduh Negara Bagian Minnesota sebagai pusat aktivitas pencucian uang ilegal.
Editor: Anton Suhartono