Disebut Punya Istana Megah Senilai Rp19 Triliun, Presiden Putin: Bukan Milik Saya
MOSKOW, iNews.id - Presiden RusiaVladimir Putin menepis kabar dirinya memiliki istana mewah seperti dituduhkan pemimpin oposisiAlexei Navalny. Pria berusia 68 tahun tersebut menegaskan properti itu bukan miliknya.
Dilaporkan, video berjudul ‘Istana Putin’ itu viral di media sosial Rusia sejak pekan lalu dan telah ditonton lebih dari 86 juta kali. Istana megah yang terletak di tepi Laut Hitam tersebut diduga dibiayai oleh miliarder yang dekat dengan Putin. Kediaman itu disebut-sebut memiliki fasilitas kasino, arena skating, hingga kebun anggur.
Video diunggah ke media sosial tak lama setelah Navalny ditangkap di bandara Moskow pada 17 Januari, sekembalinya dari Jerman usai menjalani pengobatan akibat diracun.
Menanggapi video tersebut, Putin menyebut tayangan itu merupakan hasil kompilasi atau penggabungan gambar yang menurutnya membosankan.
“Jelas tidak ada yang terdaftar di sana sebagai properti milik saya atau bahkan kerabat dekat saya. Itu memang tidak pernah terjadi,” kata Putin, dalam konferensi video, dikutip dari BBC, Selasa (26/1/2021).
Putin mengaku sempat menonton tayangan video tersebut, namun menegaskan tidak punya waktu untuk melihatnya sampai selesai.
Dalam video Navalny menuduh, properti mewah itu diperkirakan bernilai 1,37 miliar dolar AS atau Rp19 triliun dan dibangun dari hasil suap terbesar dalam sejarah.
“Mereka membangun istana untuk bos mereka dengan uang ini," kata Navalny, dalam video.
Selama bertahun-tahun, Navalny mengecam pemerintahan Putin dan menuduh pemimpin Rusia itu melakukan ‘patronase feodal’ serta menjalankan pemerintahan yang dipenuhi para ‘pencuri’.
Video itu juga menuduh bahwa Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia memiliki sebidang tanah dekat resor Gelendzhik.
Tak hanya Putin, pada 2017 Yayasan Anti-Korupsi (FBK) milik Navalny menuduh mantan Perdana Menteri Dmitry Medvedev, salah satu orang terdekat Putin, mengumpulkan harta kekayaan rahasia. Medvedev membantah dengan menyebut tuduhan itu omong kosong.
Demonstrasi menuntut pembebasan Navalny berlangsung sejak Jumat (22/1/2021) di penjuru Rusia yang memicu penangkapan ribuan orang.
Pemimpin oposisi berusia 44 tahun itu ditangkap atas tuduhan melanggar massa pembebasan bersyarat.
Editor: Anton Suhartono