Dituduh Jadi Agen Mata-Mata Iran, Mantan Menteri Israel Dihukum

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 19 Juni 2018 - 17:34:00 WIB
Dituduh Jadi Agen Mata-Mata Iran, Mantan Menteri Israel Dihukum
Segev ditangkap selama kunjungan ke Equatorial Guinea pada Mei dan diekstradisi ke Israel (Foto: Israeli Government Press Office/Reuters)

YERUSALEM, iNews.id - Seorang mantan menteri Israel, Gonen Segev, dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk seteru negaranya, Iran. Segev dituduh membantu dan memberi informasi rahasia kepada Iran. 

Berdasarkan laporan Dinas Keamanan Dalam negeri Israel, Shin Bet, Gonen Segev merupakan seorang dokter yang menjabat menteri energi Israel pada 1990-an. Dia diduga direkrut oleh intelijen Iran saat menetap di Nigeria.

Segev ditangkap saat melakukan kunjungan ke Guinea Ekuator pada Mei lalu, dan diekstradisi atas permintaan polisi Israel. Pria berusia 62 tahun itu pernah dipenjara selama lima tahun pada 2005 karena menyelundupkan obat-obatan dan memalsukan paspor diplomatik.

Israel juga mencabut izin praktek dokternya. Namun saat pindah ke Nigeria setelah dibebaskan dari penjara pada 2007, Segev diizinkan kembali bekerja sebagai dokter.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Shin Bet, Senin (19/6) menyatakan Segev ditahan segera setelah tiba di Israel pada bulan lalu. Dia diinterogasi terkait informasi yang menyebut dirinya berhubungan dengan agen-agen intelijen Iran dan membantu kegiatan mereka melawan Israel.

Menurut Shin Bet, para penyelidik yang menginterogasi menyimpulkan Segev melakukan kontak dengan pejabat kedutaan Iran di Nigeria pada 2012. Dia pernah mengunjungi Iran dua kali untuk bertemu dengan orang yang menanganinya.

Segev juga disebut bertemu dengan orang itu di negara lain dan diberi sistem komunikasi rahasia untuk mengirimi pesan berkode kepada mereka.

Shin Bet menuduh dia memberikan informasi yang berkaitan dengan sektor energi, situs keamanan di Israel, serta pejabat di lembaga politik dan keamanan Israel kepada Iran. Dia juga menghubungkan orang Iran yang menanganinya dengan sejumlah orang Israel yang terlibat dalam sektor keamanan, dengan memperkenalkan mereka sebagai pengusaha.

Dalam pengadilan di Yerusalem akhir pekan lalu, Segev didakwa membantu musuh selama masa perang dan melakukan spionase terhadap Negara Israel. Dia juga didakwa melakukan beberapa pelanggaran pidana terkait menyerahkan informasi kepada musuh.

Sementara itu, pengacara Segev menekankan dakwaan penuh atas kliennya merupakan gambaran yang berbeda dari pernyataan Shin Bet.

Sejak Revolusi Islam pada 1979, ketika para tokoh garis keras agama berkuasa, para pemimpin Iran menyerukan pemusnahan Israel. Iran menolak hak Israel untuk berdiri sebagai negara, dan menganggap sebagai penjajah tak sah di tanah umat Islam.

Sedangkan Israel menganggap Iran sebagai ancaman terhadap keberadaannya dan selalu mengatakan Iran tidak boleh mendapatkan senjata nuklir. Para pemimpin khawatir dengan ekspansi Iran di Timur Tengah.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda