Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : GERD Sering Kambuh Padahal Sudah Jaga Pola Makan? Dokter Sarankan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Singapura Dilaporkan ke Polisi karena Hina Islam, Sebelumnya Kritik Vaksin untuk Anak

Kamis, 01 Juli 2021 - 14:27:00 WIB
Dokter Singapura Dilaporkan ke Polisi karena Hina Islam, Sebelumnya Kritik Vaksin untuk Anak
Seorang dokter di Singapura dilaporkan ke polisi karena dituduh menghina Islam (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Seorang dokter di Singapura dilaporkan ke polisi atas tuduhan menghina agama Islam dan pemeluknya.

Pria bernama Kho Kwang Po itu sebelumnya juga memicu kontroversi karena ikut menulis surat terbuka yang menyerukan agar program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak dihentikan.

Kepolisian Singapura, dilaporkan The Straits Times, Kamis (1/7/2021), mengonfirmasi sebuah laporan yang ditujukan terhadap Kho terkait unggahannya di media sosial.

Tangkapan layar beberapa posting-an Facebook yang diduga dibuat Kho beredar luas di situs web, berisi komentarnya soal muslim dan Islam. 

Dalam sebuah posting-an tahun lalu, dia menulis bahwa banyak aksi kekerasan terkait dengan muslim. Selain itu dalam posting-an pada 2019, dia mempertanyakan mengapa agama harus dilindungi dari kritikan.

Kho mengaku belum mengetahui soal laporan polisi terhadapnya dan menolak berkomentar.

Pada Sabtu lalu, Kho mengunggah surat terbuka di Facebook-nya ditujukan kepada ketua komisi pakar vaksinasi Covid-19, Benjamin Ong.

Surat yang awalnya ditandatangani oleh empat dokter lain itu namun direvisi, menjelaskan, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di Amerika Serikat meninggal beberapa hari setelah mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19

Surat itu juga mengungkap, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS baru saja memulai penyelidikan atas penyebab kematian anak itu yakni gagal jantung setelah mendapat vaksin jenis mRNA.

Para dokter mendesak agar Singapura menghentikan vaksin terhadap anak-anak sampai otoritas AS dan organisasi serupa merilis data lebih kuat mengenai kasus ini.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menjawab, laporan tentang kematian seorang anak di AS tidak menyebutkan gagal jantung sebagai penyebab, sebagaimana disebutkan dalam surat terbuka. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang AS.

Pakar penyakit menular senior dari Pusat Nasional untuk Penyakit Menular Singapura David Lye mengatakan, para dokter yang membuat surat terbuka itu memberi informasi yang salah dan menyesatkan publik.

Singapura sebelumnya mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer untuk anak-anak berusia 13 sampai 18 tahun.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut