Waspada GERD Kambuh saat Mudik, Begini Cara Penanganan Pertama di Perjalanan
JAKARTA, iNews.id - Perjalanan mudik Lebaran sering menjadi momen yang dinanti banyak orang. Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung, perjalanan jauh saat menjalankan ibadah puasa dapat memicu kekambuhan gejala jika tidak diantisipasi dengan baik.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H. (K), menjelaskan, perubahan pola makan hingga kelelahan selama perjalanan mudik dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung.
Menurut dia, kondisi tersebut kerap terjadi karena jadwal makan yang berubah, aktivitas fisik yang meningkat, hingga stres selama perjalanan.
"Perjalanan jauh saat mudik, apalagi ketika masih berpuasa, dapat menjadi tantangan bagi penderita GERD. Perubahan jam makan, kelelahan, dan stres dapat memicu naiknya asam lambung," ujar dr Hasan dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Senin (16/3/2026).
Punya Gerd, Ini 5 Hal Penting Harus Diperhatikan saat Buka Puasa agar Lambung Tetap Nyaman
GERD merupakan gangguan pencernaan ketika cairan asam lambung naik dari lambung ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi pada lapisan saluran cerna. Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala yang tidak nyaman.
Beberapa gejala yang umum dirasakan penderita GERD antara lain rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) serta sensasi panas atau terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, perut terasa begah, nyeri dada, hingga gangguan pernapasan.
Viral Cara Obati GERD dengan Bakar Perut, Ini Kata Dokter!