Dokter Terkejut Ada 63 Sendok di Dalam Perut Pria Ini, Awalnya Dikira Tumor

Anton Suhartono ยท Jumat, 30 September 2022 - 17:02:00 WIB
Dokter Terkejut Ada 63 Sendok di Dalam Perut Pria Ini, Awalnya Dikira Tumor
Dokter mengeluarkan 63 sendok dari perut seorang pasien di India (Foto: SWNS)

NEW DELHI, iNews.id - Percaya atau tidak, dokter mengeluarkan 63 sendok dari perut seorang pasien di Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India. Dia awalnya menduga sang pasien menderita tumor, namun hasil rontgen membuatnya terkejut.

Dokter bernama Rakesh Khuran berserta timnya membutuhkan 2 jam untuk melakukan operasi terhadap pria 32 tahun. Pasien masih dalam perawatan intensif pasca-operasi.

Pasien yang tak disebutkan identitasnya itu mengeluhkan sakit luar biasa di perut sehingga harus dirawat. Dokter mengira rasa sakit itu disebabkan tumor. Setelah melakukan rontgen baru diketahui bahwa rasa sakit berasal dari benda asing.

Ahli bedah membuat sayatan di perut pasien untuk mengeluarkan sendok logam satu per satu.

"Setelah pemeriksaan lebih lanjut, kami menyadari benda asing itu adalah sendok baja, ada 63. Tidak pernah selama hampir 35 tahun karier saya melihat kasus seperti ini. Ini adalah salah satu kasus medis yang langka," kata Khurana, kepada The National.

Sementara itu saat ditanya mengapa ada 63 sendok di perutnya, pasien mengaku memakannya dalam waktu setahun lebih.

Keluarga lalu menjelaskan pasien diberi sendok saat menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba di klinik. Untuk membua sendok mudah ditelan, bagian ujung dipatahkan.

Dokter yakin pria tersebut tidak dalam kondisi sadar sepenuhnya saat menelan sendok, melainkan menderita kondisi psikologis disebut PICA (Problem Identification and Corrective Action), kondisi ingin mengonsumsi atau mengunyah sesuatu yang tidak memiliki nilai gizi. Biasanya penderita PICA memakan benda keras.

“Tidak ada orang waras mau melakukan ini. Pasti sangat sulit dan menyakitkan menelan sendok. Itu adalah perilaku tidak normal," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda