Donald Trump Ancam Kirim 25 Juta Warga Meksiko ke Jepang

Nathania Riris Michico · Minggu, 17 Juni 2018 - 11:41:00 WIB
Donald Trump Ancam Kirim 25 Juta Warga Meksiko ke Jepang
Presiden AS Donald Trump ancam kirim 25 juta warga Meksiko ke Jepang. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe dengan menyebut dirinya bisa mengirim 25 juta warga Meksiko ke Jepang. Bahkan dia mengaku bisa membuat Abe kehilangan suara dalam pemilihan umum.

The Wall Street Journal melaporkan, ancaman itu merupakan salah satu dari beberapa pernyataan aneh yang dibuat Trump saat pertemuan G-7 yang digelar di Kanada pekan lalu, Jumat (15/6). Pertemuan diwarnai perdebatan sengit soal isu imigran, terorisme, dan perdagangan.

Pertemuan tujuh negara demokrasi industrial itu berakhir ricuh setelah Trump secara tiba-tiba menolak pernyataan bersama dan dengan keras menyerang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Pada satu titik, Trump menyebut migrasi sebagai masalah besar bagi Eropa. Dia pun menyinggung Abe karena memimpin negara yang tidak terjangkit masalah migran.

"Shinzo, Anda tidak punya masalah seperti ini, tetapi saya bisa mengirimi Anda 25 juta orang Meksiko dan Anda akan keluar dari kantor segera," ujar Trump, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (17/6).

Seorang pejabat Uni Eropa menyebut pernyataan Trump tersebut menimbulkan kejengkelan dalam ruangan.

Sumber itu menambahkan, ketika topik beralih ke Iran dan terorisme, Trump kemudian membidik Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Anda harus tahu tentang ini, Emmanuel, karena semua teroris berada di Paris," kata Trump pada Macron.

Pada hari Sabtu, kantor Macron membantah laporan itu, mengatakan: "Ini semua tidak benar."

Selain itu, Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker juga diserang dan berulang kali dikritik oleh Trump sebagai pembunuh brutal. Hal itu mengacu pada kubu antikartel dan pajak denda melawan perusahaan teknologi AS yang nilainya mencapai miliaran Dolar.

Perbedaan tajam soal perdagangan juga mendominasi pertemuan G-7. Para pemimpin negara dengan ekonomi tingkat atas melawan ancaman Trump yang ingin memaksakan tarif pada impor besi dan alumunium.

Setelah menolak pernyataan bersama, Trump dan para pembantu utamanya menyerang Trudeau dengan menuduhnya tidak jujur ​​dan berkhianat.

Trump juga menyalahkan "Media Pembuat Berita Palsu" lewat akun Twitter-nya, karena mengunggah beberapa foto dirinya yang tampak baik-baik saja dan terlihat bergaul dengan para pemimpin negara di G-7.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda