Donald Trump Dilaporkan Akan Ganti Menhan Mark Esper karena Beda Pendapat

Anton Suhartono ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:15 WIB
Donald Trump Dilaporkan Akan Ganti Menhan Mark Esper karena Beda Pendapat

Mark Esper (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan mengganti Menteri Pertahanan Mark Esper. Dia sudah membahas kemungkinan mengganti Esper dengan beberapa penasihat, namun tak akan mengeksekusinya dalam waktu dekat.

Seorang sumber mengatakan, pemicu Trump mengganti bos Pentagon itu karena banyaknya perbedaan pendapat di antara mereka. Dia menyebut tak ada lagi kecocokan antara Trump dan Esper.

Namun sumber itu mengatakan Trump tidak akan mengganti Esper sampai Pemilihan Presiden (pilpres AS) yang berlangsung pada 3 November.

Juru Bicara Gedung Putih Judd Deere enggan mengomentari informasi tersebut.

"Kami tidak punya pengumuman saat ini atau tidak pantas berspekulasi mengenai perubahan setelah pemilu atau dalam masa jabatan kedua," kata Deere.

Pentagon juga belum merespons laporan tersebut, namun seorang pejabat yang meminta namanya tak dipublikasikan mengatakan, pergantian posisi di level atas merupakan hal biasa di akhir masa jabatan presiden.

Esper merupakan sosok yang dihormati oleh Partai Republik maupun Demokrat dan mampu memimpin Pentagon di saat gejolak di internal pemerintahan.

Namun Trump tampaknya merasa terganggu karena Esper beberapa kali menolak permintaannya, seperti menerapkan Undang-Undang Pemberontakan untuk menangani pengunjuk rasa yang memprotes kematian pria kulit hitam George Floyd di penjuru AS.

Esper juga berbeda pendapat dengan Trump soal bendera Konfederasi. Dia melarang bendera Konfederasi dikibarkan di fasilitas militer, sedangkan Trump mendukungnya dengan alasan hak kebebasan dalam berpendapat.

Bendera Konfederasi dikibarkan oleh negara-negara bagian di selatan yang mendukung perbudakan. Mereka kalah dalam Perang Sipil pada 1861-1865. Mengibarkan bendera tersebut bisa menyinggung perasaan banyak warga AS karena mengingatkan akan masa perbudakan. Bukan hanya itu bendera Konfederasi juga menjadi simbol supremasi kulit putih.

Editor : Anton Suhartono