Drama Penyanderaan 30 Jam Hotel Mogadishu oleh Kelompok Militan Berakhir, 21 Orang Tewas
Al Shabaab, kelompok yang terkait dengan Al Qaeda, sejak 10 tahun terakhir berupaya menggulingkan pemerintahan Somalia. Hotel itu merupakan tempat langganan bagi pejabat pemerintah dan anggota parlemen untuk menggelar pertemuan. Di hari yang sama saat penyerbuan parlemen Somalia seharusnya menggelar rapat, namun dibatalkan.
"Ini adalah pengepungan hotel terburuk yang pernah kami alami," kata Ahmed, seorang kapten polisi.
Dia mengatakan, para pelaku menembak tamu warga sipil yang berusaha melarikan diri melalui tembok dan gerbang hotel yang lebih dulu diledakkan pelaku. Para pelaku membunuh 10 pasukan keamanan menggunakan senjata api dan granat.
Aden Ali, seorang korban selamat, mengatakan dia sedang minum teh di hotel saat mendengar ledakan pertama. Dia kemudian lari menuju tembok bersama tamu lainnya untuk melarikan diri, namun ditembaki.
"Kami berusaha lari, belasan orang. Ketika keluar hotel, saya bisa melihat delapan dari kami. Mungkin sisanya tewas akibat penembakan itu," kata Ali.