Dua Negara Musuh Bebuyutan Lebanon dan Israel Duduk Bersama Bahas Perbatasan Laut

Anton Suhartono ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:43:00 WIB
Dua Negara Musuh Bebuyutan Lebanon dan Israel Duduk Bersama Bahas Perbatasan Laut
Lokasi pertemuan delegasi Lebanon dan Israel di Naqura dijaga ketat pasukan perdamaian PBB UNIFIL dan pasukan Lebanon (Foto: AFP)

NAQURA, iNews.id - Dua negara musuh bebuyutan, Lebanon dan Israel, akhirnya duduk bersama untuk menegosiasikan sengketa perbatasan maritim, Rabu (14/10/2020). Ini merupakan negosiasi pertama kedua negara yang masih berstatus perang itu.

Pertemuan yang berlangsung di pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL di kota perbatasan wilayah Lebanon, Naqura, ini merupakan buah dari kerja keras PBB dan Amerika Serikat (AS) sejak 3 tahun terakhir.

Pada awal bulan ini Lebanon dan Israel menyatakan setuju untuk memulai perundingan yang ditengahi PBB. AS pun memuji kesepakatan itu sebagai perjanjian bersejarah.

Pertemuan di Naqura akan berfokus pada perbatasan laut yang disengketakan. Lebanon punya kepentingan karena terkait dengan eksplorasi minyak dan gas di perairan Mediterania yang juga diklaim oleh Israel.

Pembicaraan dimulai pada pukul 10:30 waktu setempat. Akses jalan menuju lokasi diblokir oleh pasukan UNIFIL sementara tentara Lebanon menjaga keamanan dari udara dengan mengerahkan helikopter, seperti dikutip dari AFP.

Utusan AS David Schenker akan memfasilitasi sesi pembukaan bersama Duta Besar AS untuk Aljazair John Desrocher. Mereka akan menjadi perantara.

Israel sebelumnya mengatakan akan ada negosiasi langsung, namun hal itu dibantah oleh para pejabat Lebanon. Namun kedua delegasi akan duduk di aula yang sama.

Israel mengirim tim beranggotakan enam orang, termasuk Direktur Jenderal Kementerian Energi, penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta kepala divisi strategis militer.

Sementara Lebanon mengirim empat utusan terdiri dari dua perwira militer, seorang pejabat, dan seorang ahli hukum perbatasan laut.

Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik namun negosiasi ini merupakan interaksi resmi yang jarang terjadi. Lebanon bersikeras negosiasi ini murni pertemuan teknis dan tidak membahas normalisasi hubungan politik dengan Israel.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda