Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI Gandeng Lembaga Konservasi India Bangun 10 Rumah Sakit Bergerak untuk Satwa Liar
Advertisement . Scroll to see content

Duh, 10 Ekor Singa Mati Diracuni

Jumat, 25 September 2026 - 06:26:00 WIB
Duh, 10 Ekor Singa Mati Diracuni
Sepuluh ekor singa mati di Kawasan Konservasi Ngorongoro, Tanzania, diduga akibat diracuni terkait perambahan habitat oleh manusia (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

DAR Es Salam, iNews.id - Sepuluh ekor singa ditemukan mati di Kawasan Konservasi Ngorongoro, Tanzania. Satwa dilindungi itu diduga kuat mati akibat diracuni terkait perambahan habitat oleh manusia.

"Otoritas Kawasan Konservasi Ngorongoro (NCAA) dengan menyesal menginformasikan kepada publik, 10 ekor singa ditemukan mati pada 18 September 2026 di daerah Ndutu," bunyi pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/9/2026).

Kawasan Konservasi Ngorongoro terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan, singa-singa tersebut mati setelah menelan racun. Tim ahli sedang memeriksa racun tersebut, sehingga bisa mengidentifikasi asal muasal serta pihak yang harus bertanggung jawab.

Ngorongoro menjadi lokasi ketegangan berkepanjangan antara pihak berwenang dan komunitas nomaden setempat. Bentrokan terkadang berujung maut sejak pemerintah meluncurkan penggusuran pada 2022.

Pemerintah Tanzania berpendapat pertumbuhan penduduk menggerogoti habitat satwa liar. Jumlah penduduk yang tinggal di Ngorongoro meningkat dari sekitar 8.000 jiwa pada 1959 menjadi lebih dari 100.000 jiwa saat ini.

Sejak Juni, setidaknya 20 gajah mati di ekosistem Amboseli, Kenya, dekat perbatasan Tanzania, akibat pestisida.

Namun pihak berwenang belum bisa memastikan apakah kematian gajah-gajah tersebut kecelakaan atau disengaja.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut