Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Duh, Jurnalis Asing Dipukuli dan Ditahan saat Meliput Demo Covid-19 di Shanghai

Selasa, 29 November 2022 - 05:31:00 WIB
Duh, Jurnalis Asing Dipukuli dan Ditahan saat Meliput Demo Covid-19 di Shanghai
Polisi China sempat menyerang seorang jurnalis asing saat meliput aksi protes di pusat komersial Shanghai. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SHANGHAI, iNews.id - Polisi China sempat menyerang seorang jurnalis asing saat meliput aksi protes di pusat komersial Shanghai. Jurnalis tersebut juga sempat ditahan sebentar sebelum akhirnya dilepaskan. 

Pernyataan ini disampaikan BBC sementara jurnalis yang diserang tersebut bernama Ed Lawrence. Dalam keterangannya, BBC mengatakan, jurnalisnya ditangkap dan diborgol.

"BBC sangat prihatin dengan perlakuan jurnalis kami Ed Lawrence, yang ditangkap dan diborgol saat meliput protes di Shanghai," kata penyiar layanan publik Inggris dalam sebuah pernyataan Minggu (27/11/2022) malam.

BBC mengatatakan, Lawrence ditahan selama beberapa jam sebelum dilepaskan. Sementara saat enangkapan, polisi China dilaporkan memukuli dan menendang Lawrence. 

"Dia ditahan selama beberapa jam sebelum dibebaskan. Saat ditangkap, dia dipukuli dan ditendang oleh polisi. Ini terjadi saat dia bekerja sebagai jurnalis terakreditasi," tambahnya. 

Sebelumnya, para pengunjuk rasa telah turun ke jalan-jalan di Shanghai, Beijing, dan kota-kota lain dalam beberapa hari terakhir. Mereka demo menentang tindakan pemerintah terkait Covid-19

Demo ini seperti sebuah pertunjukan pembangkangan sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pemimpin Xi Jinping mengambil alih kekuasaan.

Di Beijing, seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan, pernyataan BBC tidak mencerminkan apa yang telah terjadi. Dia menambahkan, jurnalis itu tidak mengidentifikasi dirinya sebagai seorang reporter.

"Menurut pemahaman kami, pernyataan BBC itu tidak benar," kata juru bicara Zhao Lijian.

Menurut pihak berwenang di Shanghai, jurnalis yang bersangkutan tidak mengungkapkan identitas jurnalisnya saat itu. Dia tidak secara terbuka menunjukkan kartu pers asingnya.

"Ketika peristiwa itu terjadi, aparat penegak hukum meminta orang untuk pergi. Dan ketika orang-orang tertentu tidak mau bekerja sama, mereka dibawa pergi dari tempat kejadian," katanya. 

Reporter asing di China diharuskan membawa kartu yang dikeluarkan pemerintah yang mengidentifikasi diri mereka sebagai jurnalis terakreditasi saat meliput acara berita.

"Alih-alih mendengarkan protes rakyatnya, pemerintah China memilih untuk menindak lebih jauh, termasuk dengan menyerang jurnalis BBC," kata Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dalam pidatonya, Senin (28/11/2022).

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut