Duh, Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Hancur Ditembak Pasukan Rusia
MOSKOW, iNews.id - Pesawat terbesar di dunia, Antonov AN-225, hancur dalam serangan Rusia ke Ukraina. Seorang pejabat Ukraina mengatakan, pesawat superjumbo itu sedang diparkir di bandara Homstel dekat Kota Kiev saat terkena serangan pasukan Rusia pada Jumat pekan lalu.
Produsen pesawat, Antonov, dilaporkan akan merestorasi kembali pesawat kargo itu yang diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari 3 miliar dolar AS atau Rp42 triliun. Namun dalam cuitan Antonov menyatakan belum mengetahui pasti kondisi terakhir pesawat sampai ada ahli yang memeriksanya.
Pada Minggu (27/2/2022), perusahaan pertahanan Ukraina yang mengelola Antonov, Ukroboronprom, menjelaskan pesawat akan dibangun kembali menggunakan uang dari Rusia.
"Perbaikan diperkirakan menghabiskan lebih dari 3 miliar dolar AS dan memakan waktu lebih dari 5 tahun. Tugas kami adalah memastikan biaya ini ditanggung oleh Federasi Rusia, yang menyebabkan kerusakan disengaja pada penerbangan Ukraina dan sektor kargo udara," bunyi pernyataan, seperti dilaporkan kembali The Sun, Senin (28/2/2022).
Rusia Marah Besar Tentaranya Disiksa Pasukan Ukraina: Kalian Akan Tanggung Akibatnya!
Seorang direktur Antonov mengatakan, saat serangan berlangsung pesawat tak bisa lepas landas karena salah satu mesinnya dibongkar untuk perbaikan.
4 Hari Serangan Rusia ke Ukraina, 352 Warga Sipil Tewas termasuk 14 Anak-Anak
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengecam serangan terhadap pesawat yang punya banyak jasa itu. AN-225 pernah mengirim bantuan setelah gempa bumi di Haiti pada 2010 serta pasokan medis selama pandemi Covid-19.
"Rusia mungkin telah menghancurkan 'Mriya', tapi mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan impian kita tentang negara Eropa yang kuat, merdeka, dan demokratis. Kita akan menang!" kata Kuleba, dalam cuitan.
Ukraina Klaim Tembak Jatuh 18 Pesawat Militer Rusia termasuk 5 Jet Tempur Sukhoi
Belum dapat dipastikan seberapa parah kerusakan pesawat tersebut.
Antonov AN-225 atau juga dikenal dengan Mriya atau 'Mimpi' merupakan pesawat terberat yang pernah dibuat dan telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun.
Profil Ramzan Kadyrov, Pemimpin Chechnya yang Kirim 12.000 Pasukan ke Ukraina untuk Bantu Rusia
Editor: Anton Suhartono