Duh! Puluhan Staf WHO Lecehkan Banyak Perempuan, Korban Hamil dan Dipaksa Aborsi
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah berjanji untuk tidak menoleransi kasus pelecehan seksual itu. Laporan komisi independen itu membuatnya merasa ngeri. Dia pun meminta maaf kepada para korban.
“Apa yang terjadi pada Anda (para korban) seharusnya tidak pernah terjadi pada siapa pun. Itu tidak dapat dimaafkan,” kata Ghebreyesus.
“Prioritas utama saya adalah memastikan bahwa para pelaku tidak dimaafkan tetapi dimintai pertanggungjawaban,” ucapnya.
Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti mengatakan, lembaganya merasa prihatin sekaligus ngeri atas temuan itu. Sementara, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para korban atas keberanian mereka untuk bersaksi.
Seorang gadis berusia 14 tahun bernama “Jolianne”, yang berstatus sebagai korban dalam laporan itu, mengatakan kepada komisi independen bahwa dia sedang menjual kartu isi ulang telepon seluler di pinggir jalan di Kota Mangina pada April 2019. Seorang pengemudi mobil pekerja WHO lantas menawarinya tumpangan pulang.