Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI
Advertisement . Scroll to see content

Duh! Puluhan Staf WHO Lecehkan Banyak Perempuan, Korban Hamil dan Dipaksa Aborsi

Kamis, 30 September 2021 - 10:27:00 WIB
Duh! Puluhan Staf WHO Lecehkan Banyak Perempuan, Korban Hamil dan Dipaksa Aborsi
Logo WHO (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

“Prioritas utama saya adalah memastikan bahwa para pelaku tidak dimaafkan tetapi dimintai pertanggungjawaban,” ucapnya.

Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti mengatakan, lembaganya merasa prihatin sekaligus ngeri atas temuan itu. Sementara, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para korban atas keberanian mereka untuk bersaksi.

Seorang gadis berusia 14 tahun bernama “Jolianne”, yang berstatus sebagai korban dalam laporan itu, mengatakan kepada komisi independen bahwa dia sedang menjual kartu isi ulang telepon seluler di pinggir jalan di Kota Mangina pada April 2019. Seorang pengemudi mobil pekerja WHO lantas menawarinya tumpangan pulang. 

Namun, ternyata sopir itu membawanya ke sebuah hotel. Di sana, Jolianne diperkosa pelaku hingga hamil dan melahirkan anak.

Beberapa perempuan Kongo yang sudah dipekerjakan di WHO mengatakan kepada tim peninjau bahwa mereka terus dilecehkan secara seksual oleh para pria yang punya kedudukan lebih tinggi di struktur kelompok kerja organisasi itu. Para pelaku juga memaksa korban berhubungan seks agar bisa tetap bekerja. Beberapa bahkan diiming-imingi bakal mendapatkan posisi yang lebih baik di kelompok kerja itu.

Beberapa korban lainnya mengatakan, mereka dipecat karena menolak berhubungan seks. Sementara, yang lain malah tidak mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan bahkan setelah menuruti hawa nafsu para pelaku.

Pada Juni tahun lalu, Pemerintah Kongo mengumumkan berakhirnya wabah Ebola yang sudah berlangsung selama dua tahun. Endemi itu telah menewaskan lebih dari 2.200 orang, atau menjadi wabah terbesar kedua sejak virus itu diidentifikasi pertama kali pada 1976.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut