Duh, Sekjen PBB Sebut Konflik Rusia-Ukraina dan AS-Iran Tampaknya Tak Akan Berakhir
BISHKEK, iNews.id - Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap konflik bersenjata yang terus berlangsung di berbagai wilayah dunia. Dia bahkan menyebut perang Rusia-Ukraina serta konflik di Timur Tengah tampaknya tidak pernah berakhir.
Dalam wawancara di sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan, belum lama ini, Guterres secara khusus menyoroti konflik yang berlangsung di Eropa Timur dan Timur Tengah. Dia mengaku khawatir karena sejumlah konflik tersebut terus berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa kita memiliki konflik yang tampaknya tidak pernah berakhir," ujar Guterres.
Dia menyebut perang Rusia-Ukraina sebagai salah satu konflik yang terus berlarut. Situasi serupa, menurutnya, juga terjadi di Timur Tengah, mulai dari perang di Gaza hingga konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.
"Ini tepat dalam kaitannya dengan Rusia dan Ukraina. Ini tepat dalam kaitannya dengan Timur Tengah, baik dari Gaza hingga konfrontasi Iran dan Amerika Serikat," katanya.
Dia pun menyerukan agar semua pihak segera menghentikan "kegilaan" perang dan kembali mengutamakan perdamaian. Menurut dia, sejumlah aktor penting yang berperan dalam mengakhiri konflik berada di KTT tersebut.
"Pesan yang sangat penting adalah, sudah saatnya untuk menghentikan kegilaan ini. Sudah saatnya untuk perdamaian. Beberapa aktor kunci dari proses ini ada di sini," kata Guterres kepada Euronews, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian ang hadir dalam pertemuan tersebut.
Guterres kembali menegaskan pentingnya diplomasi dan perdamaian. Dia berharap negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap konflik dapat menggunakan posisinya untuk mendorong penghentian permusuhan.
Seruan tersebut muncul ketika perang dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur serta Timur Tengah terus menjadi perhatian masyarakat internasional. Guterres menilai dunia membutuhkan langkah nyata untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung panjang dan mencegah munculnya perang berkepanjangan lainnya.
Editor: Anton Suhartono