Dukung Demonstran di Prancis, Alain 'Spiderman' Robert Panjat Gedung 48 Lantai

Anton Suhartono ยท Senin, 13 Januari 2020 - 19:25 WIB
Dukung Demonstran di Prancis, Alain 'Spiderman' Robert Panjat Gedung 48 Lantai

Alain Robert memanjat gedung Total di Paris (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Pria berjuluk 'Spiderman dari Prancis' Alain Robert kembali menunjukkan kepiawaiannya memanjat gedung pencakar langit tanpa alat keamanan, Senin (13/1/2020).

Kali ini pria berusia 57 tahun itu memanjat gedung Total di kawasan bisnis La Defense, Paris. Aksi berani memanjat gedung berlantai 48 itu untuk mendukung para pekerja yang berunjuk rasa dan melakukan aksi mogok menentang reformasi pensiun pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Selama lebih dari sebulan, Prancis diguncang unjuk rasa dan aksi mogok untuk menentang kebijakan Macron yang merampingkan sistem pensiun.

Sementara itu Robert telah memanjat lebih dari 100 gedung dan struktur pencakar langit, termasuk Jembatan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat, dan gedung tertinggi di dunia Burj al Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab.

Robert biasanya memanjat tanpa izin otoritas setempat sehingga aksinya sering dihentikan, bahkan ditangkap.

Hal ini karena dia memanjat tanpa tali pengaman, namun hanya bermodal tangan kosng, sepatu khusus mendaki, serta sekantong bedak untuk menghilangkan keringat di jarinya.

Aksi panjat gedung untuk mendukung demonstrasi sebelumnya dia lakukan pada 16 Agustus 2019. Tak tanggung-tanggung, Robert memanjat gedung pencakar langit di Hong Kong dengan membawa misi mulia, yakni menyerukan perdamaian.

Hong Kong dilanda aksi unjuk rasa sejak 10 pekan lalu yang diwarnai kerusuhan hingga melumpuhkan aktivitas transportasi dan perekonomian.

Pria 57 tahun itu memanjat gedung berlantai 68 Cheung Kong Center yang terletak pusat bisnis pada Jumat pagi.

Dia membawa banner yang di dalamnya terdapat gambar bendera Hong Kong, bendera China, serta gambar jabatan tangan.

Sebelum memanjat, Robert mengatakan misi pendakiannya kali ini untuk menyerukan dan mendorong perdamaian serta dialog antara rakyat Hong Kong dan pemerintahan administratif.

Editor : Anton Suhartono