Dukung Gerakan Antirasial, Wali Kota London Bongkar Patung Tokoh Perbudakan Inggris
LONDON, iNews.id - Pemerintah kota London membongkar patung tokoh perdagangan budak Robert Miligan yang berada di depan London Museum. Langkah tersebut diambil setelah munculnya gerakan antirasial di Inggris.
Inggris menjadi salah satu negara yang juga dilanda aksi demonstrasi menuntut keadilan bagi warga kulit hitam menyusul kematian pria afro-america, George Floyd, di tangan polisi Minneapolis, Amerika Serikat pada 25 Mei lalu.
Senin (8/6/2020) kemarin, lebih dari 1.000 demonstran di Bristol menyasar simbol-simbol rasial di kota pelabuhan tersebut. Mereka merobohkan patung tokoh kolonial, Cecil Rhodes, dan membuangnya ke laut.
Insiden di Bristol menginspirasi Wali Kota London, Shadiq Khan, untuk menurunkan patung Robert Miligan dan memindahkannya ke gudang penyimpanan. Menurut Shadiq, keberadaan patung tokoh perdagangan manusia pada abad ke-17 itu dinilai tidak lagi relevan dengan nilai-nilai kemanusiaan saat ini.
Mantan Intel Inggris Sebut Covid-19 Virus Buatan Manusia di Wuhan
"Ada kenyataan menyedihkan bahwa banyak kota-kota di negara kami makmur karena perdagangan budak, ini tidak boleh dirayakan di ruang-ruang publik," demikian kicau Shadiq Khan di Twitter disertai postingan foto pemindahan patung Robert Maligan.
Langkah Shadiq Khan mendapat dukungan dari Wali Kota Tower Hamlets, John Biggs. Kepada Reuters Biggs mengatakan kota peradaban seperti London sudah seharusnya menghapuskan simbol-simbol rasisme.
Balas Ultimatum Inggris soal Hong Kong, China: Jangan Campuri Urusan Kami, atau....
"Orang-orang mengira dia (Robert Milligan) hanya seorang pebisnis yang membantu membangun galangan kapal, tetapi saat Anda menggali lebih dalam maka Anda akan mengetahui bahwa dia adalah seorang pedagang budak," kata Biggs.
"Saya merasa langkah tersebut (menurunkan patung Robert Millihgan) ide menyegarkan. Dengan begitu banyak orang mau belajar dan merefleksikannya," ujarnya.
Editor: Arif Budiwinarto