Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Murka Inggris Tolak Ikut Serang Iran: Saya Tak Menyangka! 
Advertisement . Scroll to see content

Dukung Gerakan Antirasial, Wali Kota London Bongkar Patung Tokoh Perbudakan Inggris

Rabu, 10 Juni 2020 - 07:56:00 WIB
Dukung Gerakan Antirasial, Wali Kota London Bongkar Patung Tokoh Perbudakan Inggris
Pemindahan patung tokoh perbudakan Inggris, Robert Milligan, dari depan London Museum (foto: Twitter)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Pemerintah kota London membongkar patung tokoh perdagangan budak Robert Miligan yang berada di depan London Museum. Langkah tersebut diambil setelah munculnya gerakan antirasial di Inggris.

Inggris menjadi salah satu negara yang juga dilanda aksi demonstrasi menuntut keadilan bagi warga kulit hitam menyusul kematian pria afro-america, George Floyd, di tangan polisi Minneapolis, Amerika Serikat pada 25 Mei lalu.

Senin (8/6/2020) kemarin, lebih dari 1.000 demonstran di Bristol menyasar simbol-simbol rasial di kota pelabuhan tersebut. Mereka merobohkan patung tokoh kolonial, Cecil Rhodes, dan membuangnya ke laut.

Insiden di Bristol menginspirasi Wali Kota London, Shadiq Khan, untuk menurunkan patung Robert Miligan dan memindahkannya ke gudang penyimpanan. Menurut Shadiq, keberadaan patung tokoh perdagangan manusia pada abad ke-17 itu dinilai tidak lagi relevan dengan nilai-nilai kemanusiaan saat ini.

"Ada kenyataan menyedihkan bahwa banyak kota-kota di negara kami makmur karena perdagangan budak, ini tidak boleh dirayakan di ruang-ruang publik," demikian kicau Shadiq Khan di Twitter disertai postingan foto pemindahan patung Robert Maligan.

Kicauan Shadiq Khan disertai unggahan foto pembongkaran patung tokoh perbudakan Inggris, Robert Milligan, di depan London Museum
Kicauan Shadiq Khan disertai unggahan foto pembongkaran patung tokoh perbudakan Inggris, Robert Milligan, di depan London Museum

Langkah Shadiq Khan mendapat dukungan dari Wali Kota Tower Hamlets, John Biggs. Kepada Reuters Biggs mengatakan kota peradaban seperti London sudah seharusnya menghapuskan simbol-simbol rasisme.

"Orang-orang mengira dia (Robert Milligan) hanya seorang pebisnis yang membantu membangun galangan kapal, tetapi saat Anda menggali lebih dalam maka Anda akan mengetahui bahwa dia adalah seorang pedagang budak," kata Biggs.

"Saya merasa langkah tersebut (menurunkan patung Robert Millihgan) ide menyegarkan. Dengan begitu banyak orang mau belajar dan merefleksikannya," ujarnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut